
China berharap Inggris akan bina kerja sama bilateral

Foto dari udara yang diabadikan pada 22 Oktober 2022 ini menunjukkan struktur kaison (caisson) untuk pembangunan tahap II Pelabuhan Laut Dalam Kribi di Kribi, Kamerun. (Xinhua/Luo Yu)
Kerja sama China-Inggris diharapkan akan terbina baik, dengan China berharap Inggris akan menciptakan lingkungan bisnis yang adil bagi perusahaan China dan kondisi yang menguntungkan bagi kedua pihak.
Beijing, China (Xinhua) – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Zhao Lijian pada Rabu (30/11) mengatakan bahwa China berharap Inggris akan menciptakan lingkungan bisnis yang adil bagi perusahaan China dan kondisi yang menguntungkan untuk kerja sama bilateral.Pernyataan tersebut disampaikan Zhao dalam taklimat pers rutin ketika menjawab pertanyaan tentang rencana investasi pemerintah Inggris dalam proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Sizewell C dan kesepakatan China General Nuclear Power Group untuk keluar dari proyek tersebut.Mengutip pernyataan jubir Kedutaan Besar China di Inggris, Zhao berujar bahwa China menghormati keputusan perusahaan China itu.Dalam beberapa tahun terakhir, China, Inggris, dan Prancis melakukan kerja sama dalam sejumlah proyek infrastruktur PLTN di Inggris, yang secara keseluruhan bergerak maju, ungkap Zhao."Kami berharap Inggris akan menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan nondiskriminatif bagi perusahaan China, serta kondisi yang menguntungkan bagi kerja sama China-Inggris," ujarnya.Menanggapi pernyataan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak yang menyebut bahwa China menimbulkan "tantangan sistemik" terhadap nilai-nilai dan kepentingan Inggris, Zhao menegaskan bahwa China selalu mengikuti kebijakan perdamaian luar negeri yang independen, dan merupakan mitra pembangunan serta peluang bagi negara lain, bukan ancaman maupun tantangan."Kami menumbuhkan hubungan kami dengan negara lain atas dasar saling menghormati dan kerja sama saling menguntungkan, dan dengan tegas mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta kepentingan pembangunan kami," kata Zhao.Pihak Inggris perlu membuang mentalitas Perang Dingin, berhenti menebarkan apa yang disebut "ancaman China", dan memandang China serta hubungannya dengan China secara objektif dan rasional, imbuh Zhao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak bertengger di 120 dolar setelah serangan ke fasilitas Saudi
Indonesia
•
26 Mar 2022

Beras premium asal Sragen tembus pasar Arab Saudi
Indonesia
•
18 Jun 2021

Minyak naik di Asia, permintaan meningkat meski kasus Omicron melonjak
Indonesia
•
30 Dec 2021

Survei ungkap makin banyak penduduk perkotaan China tingkatkan konsumsi
Indonesia
•
06 Apr 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
