
China tolak tegas sanksi Kanada terhadap entitas China

Foto menunjukkan sebuah bangunan yang rusak akibat serangan pasukan Ukraina di Lgov, wilayah Kursk, Rusia, pada 16 Januari 2025. (Xinhua/Vladimir)
China berkomitmen untuk mendorong penyelesaian politik dalam krisis di Ukraina, tidak pernah menyediakan senjata mematikan bagi pihak-pihak yang bertikai, secara ketat mengontrol ekspor barang-barang yang memiliki fungsi ganda, dan ruang lingkup serta kebijakan untuk kontrol ekspor drone China adalah yang paling ketat di dunia.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tindakan Kanada yang memberikan sanksi terhadap entitas-entitas China adalah hal yang tidak masuk akal dan sangat keliru, kata juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers reguler pada Selasa (25/2)."China dengan tegas menentangnya dan telah melayangkan keberatan serius kepada pihak Kanada," kata Lin ketika ditanya mengenai pengumuman Kanada bahwa pihaknya menjatuhkan sanksi terhadap 76 entitas dan individu asing karena menyediakan barang-barang berfungsi ganda (dual-use) kepada Rusia, termasuk lebih dari 20 entitas China."China selalu menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak disahkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," tambah Lin."China selalu menjunjung tinggi posisi objektif dan tidak memihak dalam masalah Ukraina," kata Lin, seraya menambahkan bahwa China berkomitmen untuk mendorong penyelesaian politik dalam krisis itu, tidak pernah menyediakan senjata mematikan bagi pihak-pihak yang bertikai, secara ketat mengontrol ekspor barang-barang yang memiliki fungsi ganda, dan ruang lingkup serta kebijakan untuk kontrol ekspor drone China adalah yang paling ketat di dunia."Seperti negara-negara lain, China melakukan kerja sama ekonomi dan perdagangan normal dengan Rusia dengan basis kesetaraan dan keuntungan bersama, yang pada dasarnya masuk akal dan sempurna," kata Lin.China mendesak Kanada untuk segera mencabut keputusannya yang keliru. China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk dengan tegas melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan-perusahaan China, imbuh Lin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Boeing prediksikan permintaan 8.485 pesawat komersial baru dari China selama 20 tahun ke depan
Indonesia
•
28 Oct 2022

Jalur kereta cepat Beijing-Guangzhou tangani 1,69 miliar perjalanan penumpang
Indonesia
•
26 Dec 2022

Remitansi dari Arab Saudi melonjak 33 persen pada Juli
Indonesia
•
01 Sep 2020

China akan gencar promosikan industrialisasi baru
Indonesia
•
28 Dec 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
