
China rilis Indeks Keterbukaan Dunia, serukan ekonomi dunia yang lebih terbuka

Para peserta menghadiri konferensi pers tentang Laporan Keterbukaan Dunia 2022 dan Simposium Internasional tentang Situasi Terkini dan Prospek Keterbukaan Dunia (World Openness Report 2022 & International Symposium on Current Situation and Prospects of World Openness) dalam Forum Ekonomi Internasional Hongqiao (Hongqiao International Economic Forum) kelima di Shanghai, China timur, pada 5 November 2022. (Xinhua/Wang Xiang)
Indeks Keterbukaan Dunia menunjukkan 10 perekonomian paling terbuka pada 2020 adalah Singapura, Jerman, Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong (China), Irlandia, Swiss, Belanda, Kanada, Malta, Prancis, dan Inggris.
Shanghai, China (Xinhua) – Indeks Keterbukaan Dunia (World Openness Index), yang mengukur tingkat keterbukaan 129 perekonomian dari 2008 hingga 2020, dirilis pada Sabtu (5/11) di Forum Ekonomi Internasional Hongqiao (Hongqiao International Economic Forum) kelima di Shanghai.Pada 2020, Indeks Keterbukaan Dunia berada di angka 0,7491, turun 0,02 persen dari 2019. Hal ini terutama disebabkan oleh pengetatan isolasi sosial lintas batas akibat pandemik COVID-19.Indeks yang pertama dirilis pada 2021 tersebut disusun oleh Institut Ekonomi dan Politik Dunia (Institute of World Economics and Politics/IWEP) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Sosial China (Chinese Academy of Social Sciences/CASS) bersama Pusat Penelitian untuk Forum Ekonomi Internasional Hongqiao (Research Center for the Hongqiao International Economic Forum). Indeks ini dicantumkan dalam Laporan Keterbukaan Dunia (World Openness Report) 2022.Menurut indeks tersebut, 10 perekonomian paling terbuka pada 2020 adalah Singapura, Jerman, Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong (China), Irlandia, Swiss, Belanda, Kanada, Malta, Prancis, dan Inggris.Indeks keterbukaan China melonjak dari 0,7107 pada 2012 menjadi 0,7507 pada 2020, naik sebesar 5,6 persen, dan peringkatnya naik dari posisi 47 ke peringkat 39.Sementara itu, negara-negara anggota BRICS dan perekonomian di sepanjang Sabuk dan Jalur Sutra mencatatkan keterbukaan yang lebih luas, seperti ditunjukkan oleh indeks tersebut. Pada 2020, indeks keterbukaan perekonomian-perekonomian Sabuk dan Jalur Sutra berada di angka 0,7218, naik 0,4 persen dari 2019, dan indeks keterbukaan BRICS naik 0,2 persen menjadi 0,7091 pada 2020.Amerika Serikat, yang merupakan perekonomian paling terbuka pada 2008, merosot ke posisi 23.Laporan tersebut mengungkapkan bahwa di tengah berbagai tantangan keamanan yang dihadapi dunia, semua negara harus mengupayakan perdamaian melalui keterbukaan dan inklusivitas, mendorong keamanan melalui kerja sama yang saling menguntungkan, serta bersama-sama menciptakan masa depan yang terglobalisasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah beri pengampunan bagi utang petani, usaha kecil
Indonesia
•
17 Oct 2025

‘Throughput’ peti kemas via Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru tumbuh kuat pada 2022
Indonesia
•
09 Dec 2022

Tiang pengisian daya kendaraan listrik di China tumbuh stabil pada Januari 2023
Indonesia
•
11 Feb 2023

Turkiye akan lanjutkan kebijakan moneter ketat
Indonesia
•
09 Feb 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
