
China utara terapkan level siaga tertinggi saat hujan badai terus berlanjut

Sejumlah pekerja saluran air menginspeksi lubang drainase (manhole) di sebuah jalan di tengah guyuran hujan di Distrik Chaoyang, Beijing, ibu kota China, pada 30 Juli 2023. (Xinhua/Ju Huanzong)
Cuaca badai akan terus melanda sejumlah bagian Zhangjiakou, Chengde, Tangshan, Baoding, Kawasan Baru Xiong'an, Langfang, dan ibu kota provinsi tersebut, Shijiazhuang, pada Senin, dengan curah hujan akumulatif berpotensi melampaui 250 mm di beberapa daerah.
Beijing/Shijiazhuang, China (Xinhua) – Beijing dan Hebei terus menerapkan level siaga tertinggi pada Senin (31/7) saat hujan lebat terus mengguyur daerah tersebut.Otoritas meteorologi di Beijing tetap memberlakukan siaga merah untuk hujan badai pada Senin pagi dan memperingatkan terjadinya hujan lebat antara Senin pukul 10.00 dan Selasa (1/8) pukul 08.00 waktu setempat.Data terbaru menunjukkan bahwa dari Sabtu (29/7) pukul 20.00 hingga Senin pukul 10.00 waktu setempat, curah hujan rata-rata di Beijing tercatat 157,8 mm, dengan curah hujan tertinggi melampaui 538 mm di sebuah desa di pinggiran Distrik Fangshan.Hingga Senin pukul 10.00 waktu setempat, pengoperasian 275 jalur bus yang dikelola oleh Beijing Public Transport Corporation turut terkena dampak, dan beberapa rute kereta di area-area pinggiran kota itu telah menangguhkan layanannya.Sementara itu, Provinsi Hebei yang lokasinya berdekatan juga telah mengaktifkan tingkat siaga tertinggi untuk hujan badai, pengendalian banjir, dan pencegahan genangan air (waterlogging) sebagai respons terhadap tingginya curah hujan.Observatorium meteorologi Provinsi Hebei tetap mengeluarkan peringatan merah untuk hujan badai pada Senin pukul 08.59 waktu setempat. Observatorium itu memperkirakan bahwa cuaca badai akan terus melanda sejumlah bagian Zhangjiakou, Chengde, Tangshan, Baoding, Kawasan Baru Xiong'an, Langfang, dan ibu kota provinsi tersebut, Shijiazhuang, pada Senin, dengan curah hujan akumulatif berpotensi melampaui 250 mm di beberapa daerah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bahan kimia dengan potensi bahaya ditemukan dalam darah warga Tokyo
Indonesia
•
03 Feb 2023

Diguncang gempa, Santorini di Yunani tutup sekolah dan lakukan langkah pencegahan
Indonesia
•
05 Feb 2025

Tokoh dan kisah hebat di balik goresan Montblanc
Indonesia
•
27 Oct 2019

Kenya mulai translokasi gajah untuk dorong koeksistensi manusia-satwa liar
Indonesia
•
05 Oct 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
