
Israel gunakan 19.000 ton bahan peledak selama agresi militer di Gaza

Foto yang diabadikan pada 30 Oktober 2023 ini menunjukkan sejumlah roket diluncurkan dari Jalur Gaza, seperti yang terlihat dari perbatasan Israel dengan Gaza. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza bertambah menjadi 8.382 orang, menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, sementara lebih dari 1.400 orang di pihak Israel kehilangan nyawa, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan Hamas pada 7 Oktober. (Xinhua/Chen Junqing)
Dampak penggunaan senjata mematikan oleh Israel di Gaza, Palestina, yang hanya seluas 360 kilometer persegi dan dihuni oleh 2,3 juta warga, setara dengan dua bom nuklir.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Pada hari kedua puluh lima perang genosida Israel dan agresi berkelanjutan di Jalur Gaza, Palestina, berbagai jenis senjata yang dilarang secara internasional telah digunakan.Ini termasuk pemboman darat, udara, dan laut, yang diperkirakan mengakibatkan jatuhnya lebih dari 19.000 ton bahan peledak, menurut pernyataan dari Komisi Internasional untuk Mendukung Hak-Hak Rakyat Palestina (Hash) yang dikutip dari situs jejaring resminya, di Bogor, Rabu.Dampak penggunaan senjata mematikan oleh Israel di Gaza, Palestina, yang hanya seluas 360 kilometer persegi dan dihuni oleh 2,3 juta warga, setara dengan dua bom nuklir.Kekejaman Israel ini telah merenggut lebih dari 10.000 nyawa – 70 persen merupakan perempuan dan anak-anak, serta orang tua – sementara banyak orang lainnya masih tertimbun reruntuhan rumah dan belum bisa dievakuasi.Serangan brutal Israel juga telah melukai 22.000 warga, termasuk jurnalis, staf medis, paramedis, personel pertahanan sipil, serta pegawai organisasi lokal dan internasional.Agresi Israel yang berlanjut sejak 7 Oktober 2023 lalu telah memaksa 1,7 juta orang mengungsi dari rumah mereka, yang mewakili 74 persen populasi Gaza.Mereka kini hidup dalam kondisi yang semakin buruk dan semakin menderita karena tidak ada suplai air, makanan, listrik, bahan bakar, sementara teror terus menerus menghantui akibat penembakan brutal yang tak kunjung berhenti.Sejak awal agresi, mesin perang Israel telah menghancurkan lebih dari 50 persen bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza, dengan total 200.000 unit rumah.Selain itu, 50 persen fasilitas perumahan, sipil, kesehatan, komersial, pertanian, ekonomi, pemerintahan, dan masyarakat sipil telah hancur atau rusak. Sistem kesehatan dan seluruh layanan kemanusiaan di Gaza hancur, menyusul ditutupnya 25 rumah sakit karena penembakan atau kerusakan parah.Sementara itu, ancaman terus berlanjut terhadap rumah sakit yang masih tersisa, terutama Rumah Sakit Al-Quds dan Al-Shifa, yang hingga kini berada di bawah ancaman pemboman.Hal ini telah membahayakan nyawa 100.000 staf medis, korban luka, pasien, dan pengungsi.
Orang-orang mencari para penyintas di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 31 Oktober 2023. Konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung telah menewaskan lebih dari 8.525 warga Palestina dan 1.400 warga Israel, menurut angka resmi dari kedua belah pihak. (Xinhua/Khaled Omar)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran luncurkan serangan rudal ke Israel
Indonesia
•
02 Oct 2024

Trump tanda tangani perintah eksekutif berisi jaminan keamanan AS untuk Qatar
Indonesia
•
02 Oct 2025

Israel tinjau rencana serangan balasan terhadap Hizbullah Lebanon terkait serangan roket mematikan
Indonesia
•
29 Jul 2024

Google didenda berulang kali oleh Rusia atas pelanggaran konten pada 2024
Indonesia
•
22 Feb 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
