Dana Internasional Pengembangan Pertanian kucurkan 8 miliar dolar AS untuk pedesaan pada 2022

Foto dari udara yang diabadikan pada 27 April 2023 ini menunjukkan pemandangan sawah di Desa Bantarkuning, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. (Xinhua/Veri Sanovri)
Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (International Fund for Agricultural Development/IFAD), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menginvestasikan dana sebesar 7,96 miliar dolar AS, yang merupakan rekor tertinggi, untuk pembangunan pedesaan di negara-negara berkembang pada 2022.
Roma, Italia (Xinhua) – Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (International Fund for Agricultural Development/IFAD), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menginvestasikan dana sebesar 7,96 miliar dolar AS, yang merupakan rekor tertinggi, untuk pembangunan pedesaan di negara-negara berkembang pada 2022, ungkap institusi tersebut dalam sebuah laporan tahunan yang dipublikasikan pada Senin (17/7).Beragam tantangan yang harus dihadapi oleh IFAD tahun lalu mencakup tekanan yang disebabkan oleh pandemik COVID-19, dampak perubahan iklim, dan imbas konflik antara Rusia dan Ukraina."Tahun 2022 merupakan tahun yang sangat menantang bagi masyarakat pedesaan di seluruh dunia," tulis Presiden IFAD Alvaro Lario dalam kata pengantar laporan tersebut. "Komunitas pedesaan benar-benar merasakan dampak dari tiga krisis ini terhadap sistem pangan mereka," yang merupakan sumber daya yang sangat penting bagi mata pencaharian dan pemenuhan gizi esensial, ujarnya.Lario menuturkan bahwa upaya IFAD, yang kerap kali berfokus pada wilayah-wilayah di negara berkembang yang sulit dijangkau, sangat penting bagi mereka yang tinggal di wilayah tersebut untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan dapat bertahan menghadapi krisis.Menurut laporan itu, 90 persen sumber daya inti yang dibelanjakan tahun lalu disalurkan ke negara-negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah. IFAD telah berjanji mengalokasikan seluruh sumber dayanya untuk proyek-proyek itu di masa mendatang.Data tahun lalu juga menunjukkan bahwa berkat proyek-proyek IFAD yang diterapkan antara 2019 dan 2021, yang memanfaatkan partisipasi untuk memperluas dampak dengan para pemangku kepentingan setempat, pendapatan lebih dari 77 juta warga pedesaan meningkat, lebih dari 62 juta warga pedesaan memperluas kemampuan produksi mereka, dan lebih dari 64 juta warga pedesaan memperoleh akses yang lebih baik ke pasar untuk produk-produk mereka.Namun, tantangannya masih besar, kata laporan itu, seraya menyatakan bahwa dunia "keluar jalur dari ambisinya untuk mengakhiri kemiskinan dan kelaparan pada 2030" seperti yang telah ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Goals).IFAD merupakan satu dari tiga badan PBB terkait pangan yang berbasis di Roma, Italia.*1 dolar AS = 15.007 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Gempa Bumi Dahsyat di Myanmar tewaskan 1.644 jiwa, ratusan masih hilang
Indonesia
•
30 Mar 2025

World Central Kitchen hentikan operasi di Gaza usai tujuh pekerjanya tewas akibat serangan Israel
Indonesia
•
03 Apr 2024

Rencana Jepang buang sampah Nuklir ke Laut China Selatan ancam kehidupan dunia
Indonesia
•
25 Feb 2023

The Hill: AS butuh pengeluaran yang cerdas untuk hindari paradoks perawatan kesehatan
Indonesia
•
14 Jun 2023
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
