
Laporan kejahatan bermotif kebencian di AS meningkat

Seorang pria memegang sebuah poster dalam aksi unjuk rasa menentang rasisme dan kejahatan bermotif kebencian di San Mateo, California, Amerika Serikat, pada 15 Mei 2021. (Xinhua/Wu Xiaoling)
Persentase terbesar dari kejahatan bermotif kebencian dimotivasi oleh ras, etnis, dan keturunan.
Jakarta (Indonesia Window) – Salah satu isu paling mendesak di Amerika saat ini adalah meningkatnya kejahatan bermotif kebencian (hate crime), yaitu tindak kejahatan yang dimotivasi oleh prasangka terhadap ras, orientasi seksual, agama, jenis kelamin, negara asal, atau faktor lainnya, demikian dilaporkan oleh situs jejaring berita LIHerald.com pada Senin (22/8)."Pada 2020, terdapat lebih dari 8.000 kasus kejahatan bermotif kebencian yang dilakukan di Amerika Serikat (AS), naik dari 7.000 lebih pada tahun sebelumnya," menurut laporan itu.Persentase terbesar dari kejahatan bermotif kebencian dimotivasi oleh ras, etnis, dan keturunan, papar laporan itu mengutip FBI. Disebutkan pula bahwa "retorika stigmatisasi seputar pandemi COVID-19 dan wabah cacar monyet hanya semakin memicu kekerasan."Kejahatan kebencian didefinisikan oleh FBI sebagai "pelanggaran kriminal terhadap seseorang atau properti yang dimotivasi secara keseluruhan atau sebagian oleh bias pelaku terhadap ras, agama, kecacatan, orientasi seksual, etnis, jenis kelamin, atau identitas gender."Para pembuat kebijakan telah berupaya mengurangi jenis kejahatan ini setidaknya sejak 1968, ketika undang-undang (UU) federal pertama tentang kejahatan bermotif kebencian diloloskan dengan Segmen I dari UU Hak Sipil, papar laporan itu."Beberapa negara bagian juga telah memberlakukan UU kejahatan bermotif kebencian versi mereka sendiri, yang sering kali lebih ketat. Faktanya, saat ini terdapat 46 negara bagian yang memberlakukan UU kejahatan bermotif kebencian. Namun, UU yang diberlakukan berbeda-beda di setiap negara bagian, dan terkadang perbedaannya substansial," tambah laporan itu.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Suplai gizi China terus meningkat pada 2022
Indonesia
•
20 Dec 2023

Populasi Malaysia diperkirakan naik 1,9 persen, jadi 34,1 juta jiwa pada 2024
Indonesia
•
01 Aug 2024

Hamas gagal kembalikan semua jasad sandera, Israel tutup perlintasan Rafah dan batasi bantuan
Indonesia
•
15 Oct 2025

COVID-19 – Malaysia masuk gelombang ketiga pandemik
Indonesia
•
09 Oct 2020


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
