
Studi baru ungkap masalah privasi data pada mobil modern

Para pengunjung mengamati sebuah mobil listrik Toyota di ajang New York International Auto Show di New York, Amerika Serikat, pada 15 April 2022. (Xinhua/Wang Ying)
Data pribadi pelanggan mobil modern, yang sering disebut sebagai "komputer di atas roda," menjadi "mimpi buruk privasi" saat perusahaan-perusahaan mobil itu mengumpulkan dan menjual informasi konsumen tanpa sepengetahuan mereka.
Sacramento, AS (Xinhua) – Mobil modern, yang sering disebut sebagai "komputer di atas roda," menjadi "mimpi buruk privasi" saat mobil-mobil itu mengumpulkan dan menjual data pribadi pelanggan tanpa sepengetahuan mereka, menurut sebuah studi baru.Seluruh 25 merek mobil yang ditinjau dalam studi tersebut, termasuk Ford, Toyota, Volkswagen, BMW, dan Tesla, mengumpulkan lebih banyak data pribadi dari yang diperlukan, menurut laporan yang dirilis oleh Mozilla Foundation yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (6/9).Di saat konsumen khawatir dengan pengumpulan data oleh aplikasi dan perangkat digital, "para produsen mobil diam-diam memasuki bisnis data dengan mengubah kendaraan mereka menjadi mesin pelahap data yang kuat," ungkap organisasi nirlaba tersebut, yang terkenal dengan peramban jejaring Firefox-nya.Studi itu menunjukkan bahwa 84 persen dari 25 merek mobil yang ditinjau, yang seluruhnya berasal dari AS, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, menyebutkan bahwa mereka dapat membagikan data pribadi pengguna dengan penyedia layanan, broker data, dan bisnis lainnya, sementara 76 persen mengatakan mereka dapat menjual data pribadi tersebut.Selain itu, 56 persen produsen mobil mengatakan dapat membagikan informasi tersebut kepada pemerintah atau lembaga penegak hukum jika diminta, bahkan tanpa perintah pengadilan.
Fisker Ocean, mobil yang sepenuhnya ditenagai listrik, terlihat dalam konferensi pers pada hari pertama pratinjau media untuk ajang Los Angeles Auto Show di Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 17 November 2021. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti Spanyol gunakan ‘drone’ dan AI untuk identifikasi gandum yang tahan terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
01 May 2026

Tim ilmuwan China temukan markisa dapat bunuh telur lalat buah
Indonesia
•
05 May 2023

Ilmuwan temukan metode baru untuk tingkatkan rasa manis pada tomat
Indonesia
•
18 Nov 2024

Insinyur Australia kembangkan bahan bangunan daur ulang, jejak karbon seperempat dari bahan konvensional
Indonesia
•
23 Sep 2025


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
