
Tim ilmuwan China identifikasi mekanisme tahan dingin pada buah kiwi

Tunas actinidia terlihat di Penyimpanan Plasma Nutfah Buah Kiwi Nasional milik Kebun Raya Wuhan yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 21 Maret 2019. (Xinhua/Jin Liwang).
Daya tahan buah kiwi terhadap suhu dingin berkaitan dengan gen AcePosF21 yang terlibat dalam aktivasi ekspresi gen AceGGP3, di mana peningkatan level ekspresi itu mendorong biosintesis vitamin C dan menetralkan jumlah spesies oksigen reaktif yang berlebih sehingga dapat mengurangi kerusakan akibat suhu dingin pada buah tersebut.
Wuhan, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China menemukan mekanisme molekuler tahan dingin pada buah kiwi yang memberikan potensi untuk mengurangi kerusakan tanaman terkait suhu dingin, menurut Kebun Raya Wuhan (Wuhan Botanical Garden/WBG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.Stres akibat suhu dingin dapat mendorong tanaman memproduksi banyak bahan kimia yang sangat reaktif yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS), yang mengakibatkan kerusakan oksidatif. Namun, menurut penelitian terbaru itu, jumlah ROS yang diproduksi dalam kondisi dingin dapat disesuaikan tergantung pada ada atau tidaknya gen tertentu.Tim peneliti yang dipimpin oleh Zhong Caihong dari WBG menemukan bahwa ketiadaan gen AcePosF21 dapat mengurangi konsentrasi vitamin C pada buah kiwi, yang pada gilirannya meningkatkan produksi ROS. Vitamin C merupakan antioksidan yang berperan dalam toleransi stres abiotik dan metabolisme ROS.Gen AcePosF21 terlibat dalam aktivasi ekspresi gen AceGGP3, di mana peningkatan level ekspresi itu mendorong biosintesis vitamin C dan menetralkan jumlah ROS yang berlebih sehingga dapat mengurangi kerusakan akibat suhu dingin pada buah kiwi, menurut tim peneliti tersebut.Temuan yang dipublikasikan secara daring di jurnal Plant Physiology itu memberikan sejumlah petunjuk yang berharga untuk memanipulasi daya tahan buah kiwi terhadap suhu dingin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kota Nanjing di China akan bangun taman sains industri masa depan
Indonesia
•
07 Jun 2023

Studi: Pemanis buatan mungkin terkait dengan risiko penyakit jantung
Indonesia
•
09 Sep 2022

Setelah bertahun-tahun menyusut, massa es Antarktika mendadak bertambah 695 miliar ton, apa yang sebenarnya terjadi?
Indonesia
•
23 Aug 2026

China luncurkan platform numerik satelit meteorologi yang terintegrasi
Indonesia
•
16 Nov 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
