Diplomasi Indonesia untuk Palestina dan penguatan kemitraan dengan dunia Islam

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melepas bantuan kemanusiaan yang digalang oleh para diplomat Indonesia untuk korban bencana banjir di wilayah Sumatra, pada 5 Desember 2025. (Kementerian Luar Negeri RI)
Menteri Luar Negeri menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak boleh diam ketika kemanusiaan dilanggar secara terang-terangan.
Jakarta (Indonesia Window) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa diplomasi Indonesia akan selalu hadir, dengan prinsip dan keberanian, dalam setiap langkah menuju Palestina yang damai dan merdeka.
“Palestina adalah pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nuraninya,” ujar Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada 14 Januari 2026 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Menlu menggambarkan situasi krisis di berbagai kawasan, termasuk situasi di Gaza yang dibiarkan berlarut tanpa upaya nyata untuk menghentikannya.
Menteri Luar Negeri menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak boleh diam ketika kemanusiaan dilanggar secara terang-terangan.
Indonesia memilih terlibat aktif dalam berbagai upaya internasional untuk Palestina, termasuk sebagai co-chair Working Group di PBB yang menghasilkan New York Declaration, serta mendorong implementasi Sharm El Sheikh Peace Summit.
Selain itu, Indonesia juga berperan aktif dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
“ISF merupakan instrumen sementara untuk mendukung gencatan senjata permanen dan kelancaran bantuan kemanusiaan di Gaza, sementara tujuan akhir tetap perdamaian Palestina melalui Solusi Dua Negara” jelasnya.
Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina adalah amanat konstitusi yang harus terus diperjuangkan.
Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif di berbagai forum internasional guna mendorong penghentian kekerasan, pemulihan kemanusiaan, serta terwujudnya Palestina yang damai dan merdeka.
Dalam kesempatan yang sama, menlu menegaskan bahwa diplomasi Indonesia di dunia Islam diperkuat melalui pendekatan yang fokus, terencana, dan lintas sektor.
Berangkat dari pengalaman Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, dengan rekam jejak moderasi yang kuat, negara yang berpenduduk sekitar 286,88 juta jiwa itu memiliki kredibilitas sekaligus tanggung jawab untuk membangun kerja sama yang lebih substantif.
Untuk itu, Kementerian Luar Negeri menyusun Peta Jalan Kerja Sama dengan dunia Islam sebagai contoh kerangka kebijakan yang lebih terstruktur, berjangka panjang, dan berorientasi hasil.
Peta jalan tersebut ditujukan agar kerja sama Indonesia dengan dunia Islam berjalan secara konsisten, terukur, dan mendukung kepentingan nasional.
Menlu menambahkan bahwa penguatan diplomasi Indonesia di dunia Islam juga diterjemahkan ke dalam langkah konkret, antara lain melalui dukungan kepada inisiatif Kampung Haji Indonesia di Mekkah sebagai bagian dari penguatan kapasitas negara untuk meningkatkan kualitas layanan jamaah haji Indonesia.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

KKP RI gandeng Universitas Xiamen rumuskan perencanaan ruang laut di Teluk Balikpapan
Indonesia
•
08 Mar 2024

Resepsi Indonesia goyang korps diplomatik dan masyarakat Bogota
Indonesia
•
19 Sep 2024

COVID-19 – Indonesia terima 1 juta dosis vaksin Sinovac dari Pemerintah China
Indonesia
•
26 Oct 2021

Presiden Jokowi akan hadiri KTT G7 dan temui pemimpin Rusia-Ukraina
Indonesia
•
26 Jun 2022
Berita Terbaru

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global
Indonesia
•
24 Jan 2026
