DK PBB perpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian di Dataran Tinggi Golan

Sejumlah perwakilan memberikan suara untuk sebuah draf resolusi dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York pada 21 Desember 2022. (Xinhua/UN Photo/Eskinder Debebe)
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan telah ditugaskan untuk menjaga gencatan senjata antara Israel dan Suriah sejak 1974.
PBB (Xinhua) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Kamis (22/12) mengadopsi sebuah resolusi yang memperpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan selama enam bulan, hingga 30 Juni 2023.United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) di Dataran Tinggi Golan telah ditugaskan untuk menjaga gencatan senjata antara Israel dan Suriah sejak 1974.Resolusi 2671, yang mendapat dukungan bulat dari dewan beranggotakan 15 negara itu, meminta sekretaris jenderal PBB untuk memastikan bahwa UNDOF memiliki kapasitas dan sumber daya yang dibutuhkan guna memenuhi mandatnya dengan cara yang aman dan terjamin.Dewan Keamanan PBB meminta pihak-pihak terkait untuk segera menerapkan Resolusi 338 tanggal 22 Oktober 1973. Dewan tersebut menekankan kewajiban kedua belah pihak untuk dengan cermat dan sepenuhnya menghormati ketentuan Perjanjian Penarikan Kekuatan 1974, meminta mereka untuk melakukan pengendalian maksimal serta mencegah pelanggaran gencatan senjata dan area pemisahan, seraya menggarisbawahi bahwa UNDOF tetap menjadi entitas yang tidak memihak.Dewan Keamanan PBB selanjutnya meminta para pihak memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk memungkinkan penggunaan penuh Perlintasan Quneitra oleh UNDOF, sejalan dengan prosedur yang ditetapkan, dan untuk mencabut pembatasan terkait COVID-19 segera setelah kondisi sanitasi memungkinkan.Dewan itu meminta UNDOF, dalam kapasitas dan sumber daya yang ada, serta negara-negara anggota dan pihak-pihak terkait, untuk mengambil semua langkah yang tepat demi melindungi keselamatan, keamanan, dan kesehatan personel UNDOF, sejalan dengan Resolusi 2518, dengan mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19.UNDOF dibentuk pada Mei 1974 menyusul kesepakatan penarikan pasukan Israel dan Suriah dari Dataran Tinggi Golan yang mengakhiri Perang Yom Kippur 1973.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Laporan PBB: Anak-Anak Lebanon berjuang lawan kelaparan, trauma, dan ketertinggalan pembelajaran
Indonesia
•
02 Mar 2025

22 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza
Indonesia
•
11 Nov 2024

Feature – Kedai Kopi TPS, ‘tempat penitipan suami’ di Pasar Bersih Sentul City
Indonesia
•
02 Aug 2025

Investigasi temukan kerusakan rel kemungkinan jadi penyebab kecelakaan kereta tragis di Spanyol
Indonesia
•
24 Jan 2026
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026
