
Dompet Dhuafa mulai kembangkan sistem berbasis digital

Dari Kanan ke Kiri: Moderator, Pradwita Ghazali selaku General Manager FreakOut Indonesia, Agung Lesmana selaku Head of Sharia Business Development and Product Solution Bank Jago, dan VADS, Prima Hadi Putra selaku Direktur Komunikasi & Teknologi Dompet Dhuafa. (Foto: Istimewa)
Dompet Dhuafa menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan platform dan perbankan guna memudahkan masyarakat berzakat salah satunya bank Jago Syariah, dengan metode pelayanan online (dalam jaringan).
Jakarta (Indonesia Window) – Dompet Dhuafa mulai mengembangkan sistem berbasis digital dan mencoba mengembangkan dunia metaverse untuk menunjang kinerja dan memudahkan masyarakat berkolaborasi dalam kebaikan."Digitalisasi sebagai langkah pertama dalam transformasi digital yang dilakukan dengan mengukur indeks kemampuan digital untuk proses penyaluran dan penerimaan zakat,” kata Direktur Komunikasi & Teknologi Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, pada acara ruang bincang bertajuk ‘Peran Lembaga & Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengentasan Kemiskinan’ di Jakarta, Rabu.Digitalisasi masuk dalam upaya pemecahan masalah kemiskinan mulai dari masyarakat miskin paling bawah, masyarakat miskin berpotensi, hingga masyarakat miskin yang memiliki aset menggunakan sistem Artificial Intellegence Of Things (AIoT) sehingga tiga strata kemiskinan tersebut dapat ditangani sesuai kebutuhannya, jelas Putra.Sementara itu, GM (General Manager) komunikasi Dompet Dhuafa, Haryo Mojopahit, mengatakan, lembaga amil zakat tersebut memainkan perannya dalam mengentaskan masalah kemiskinan melalui konsep segitiga pemberdayaan.Konsep tersebut meliputi upaya menghilangkan kedaruratan, membangun akses, dan memperbaiki sistem melalui program-program yang diformulasikan oleh lembaga tersebut dengan tujuan utamanya adalah mengurangi angka kemiskinan yang ada, tambah Haryo.Dompet Dhuafa menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan platform dan perbankan guna memudahkan masyarakat berzakat salah satunya bank Jago Syariah, dengan metode pelayanan online (dalam jaringan).Pada layanan tersebut, lembaga amil zakat tersebut menyediakan penghitungan zakat dan payment gateway berbasis teknologi dengan pemanfaatan barcode.Head of Sharia Business Development and Product Solution Bank Jago, Agung Lesmana, mengatakan, digitalisasi saat ini menjadikan segala sesuatu menjadi mudah dan cepat.“Jago Syariah dirancang untuk mempermudah hidup penggunanya, dengan menghadirkan layanan perbankan syariah digital dengan teknologi terkini dan memiliki fitur secanggih perbankan konvensional,” kata Agung.Melalui Jago Syariah, nasabah dapat merasakan inovasi dan fitur unggulan, seperti Kantong (Pockets) serta kemampuan terintegrasi dengan ekosistem digital syariah lainnya, ujarnya.“Kedepannya, kami akan mengambil peran dalam hal menjadi platform keuangan syariah, di mana Jago Syariah sebagai wasilah (kendaraan) untuk pengumpulan zakat, infaq, dan wakaf yang nantinya akan disalurkan kepada penerima manfaat sebagai salah satu bertransformasi di era digitalisasi," terang Agung.Upaya digitalisasi yang dikembangkan Dompet Dhuafa ini membuahkan hasil dan meningkatkan pengumpulan zakat dan permberdayaan mustahik setiap tahunnya.Selama 2022, lembaga amil zakat tersebut telah berhasil menghimpun dana senilai 394,31 miliar rupiah, dengan rinciannya sebesar 50 persen merupakan penghimpunan zakat, 15 persen kurban, sembilan persen infak, 13 pefrsen infak terikat, tuju persen wakaf, empat persen tanggung jawab sosial perusahaan, dan dua persen sosial kemanusiaan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nilai ekspor porang 923,6 miliar rupiah pada 2020
Indonesia
•
14 Aug 2021

Bank Sentral Eropa: Sentimen konsumen melemah di zona euro
Indonesia
•
08 Dec 2022

Filipina kesulitan turunkan harga beras meski pasokan melimpah
Indonesia
•
17 Feb 2024

Boeing prediksi armada pesawat komersial China akan berlipat ganda selama 20 tahun ke depan
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
