Feature – Pemanfaatan ‘drone’ mulai diterapkan lebih luas di China

Sebuah 'drone' yang membawa paket makanan terlihat di daerah Houhai di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 24 November 2023. (Xinhua/Mao Siqian)
Drone semakin banyak digunakan dalam membuat klip video, pengiriman ekspres dan makanan, serta pertunjukan drone seiring upaya China untuk memperluas ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy), yang dimasukkan dalam laporan kerja pemerintah negara tersebut untuk pertama kalinya pada Maret tahun ini.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Alih-alih sering memeriksa kotak suratnya untuk surat penerimaan perguruan tinggi, Wang Yunyi, seorang lulusan SMA, menerima surat tersebut dari langit.Pada Senin (15/7) pagi waktu setempat, sebuah kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) untuk pertama kalinya mengirimkan empat surat penerimaan perguruan tinggi yang dikeluarkan oleh Universitas Teknologi China Selatan kepada empat mahasiswa di Kota Guangzhou, China. Drone tersebut menempuh jarak 25 km dengan memakan waktu sekitar 30 menit, menciptakan skenario baru untuk penerapan UAV di China."Saya kagum melihat surat penerimaan saya dikirim dengan menggunakan drone. Rasanya seperti sebuah adegan film yang menjadi kenyataan," kata Wang.Guangzhou Post, yang merupakan operator dari drone tersebut, telah mengirimkan surat penerimaan perguruan tinggi selama lebih dari 40 tahun, menangani sekitar 550.000 surat setiap tahunnya."Ke depannya, akan ada lebih banyak siswa yang dapat merasakan kemajuan teknologi dengan surat penerimaan mereka yang dikirim menggunakan drone," tutur Zou Liwen, selaku manajer di Guangzhou Post.Dalam beberapa tahun terakhir, drone semakin banyak digunakan dalam membuat klip video, pengiriman ekspres dan makanan, serta pertunjukan drone seiring upaya China untuk memperluas ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy), yang dimasukkan dalam laporan kerja pemerintah negara tersebut untuk pertama kalinya pada Maret tahun ini.Data dari Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC) menunjukkan bahwa China memiliki 1,27 juta drone yang terdaftar pada akhir 2023, naik 32,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Waktu terbang untuk drone sipil pada 2023 yang telah diakumulasikan adalah 23,11 juta jam, menunjukkan pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 11,8 persen.
Seorang teknisi memeriksa sebuah 'drone' di Liaoning Dazhuang UAV Technology Co., Ltd. di Shenyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 13 Mei 2024. (Xinhua/Li Gang)
Wing Loong-2, pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) berukuran besar, lepas landas dari sebuah bandara di Kota Zigong, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 18 Maret 2024. (Xinhua/Aviation Industry Corporation of China)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Industri semikonduktor Taiwan melejit di tengah pandemik COVID-19
Indonesia
•
03 Aug 2020

Pertumbuhan ekonomi AS pada Q2 2024 direvisi naik jadi 3,0 persen
Indonesia
•
31 Aug 2024

Rusia cari pasar BBM baru di Afrika dan Timur Tengah karena Eropa berpaling
Indonesia
•
23 Jun 2022

Inflasi Australia diperkirakan capai puncaknya jelang akhir tahun, lebih lama dari perkiraan
Indonesia
•
24 Oct 2022
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026
