
DPR AS tolak tarif Trump terhadap barang-barang dari Kanada

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kedua dari kiri) menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kedua dari kanan) di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 7 Oktober 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Pemerintahan Trump mengeklaim bahwa arus obat-obatan terlarang dari Kanada menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap AS, sehingga memungkinkan presiden untuk memberlakukan tarif terhadap barang-barang yang tidak memenuhi syarat perlakuan tarif preferensial berdasarkan Perjanjian AS-Meksiko-Kanada.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) yang dikuasai Partai Republik pada Rabu (11/2) memberikan suara untuk menolak tarif Presiden Donald Trump terhadap Kanada.
Pemungutan suara anggota parlemen menghasilkan perolehan suara 219 mendukung berbanding 211 menolak sebuah resolusi yang bertujuan mengakhiri pemberlakuan tarif hukuman terhadap barang-barang dari Kanada dengan dalih kedaruratan nasional, sebut laporan media setempat.
Meskipun pemungutan suara tersebut sebagian besar bersifat simbolis karena resolusi itu masih harus disetujui oleh Senat AS dan kemudian oleh Trump sendiri, perkembangan ini menunjukkan bahwa para anggota parlemen berada di antara pilihan untuk "menurunkan biaya hidup bagi warga Amerika" atau "mempertahankan harga tetap tinggi demi loyalitas kepada satu orang – Donald J. Trump," ujar Perwakilan Partai Demokrat Gregory Meeks, yang menyusun resolusi tersebut.
Selama proses pemungutan suara di DPR, Trump mengancam melalui media sosialnya: "Setiap anggota Partai Republik, di DPR atau di Senat, yang memberikan suara menentang TARIF akan benar-benar menanggung konsekuensinya saat Pemilu."
"TARIF telah memberi kita Keamanan Ekonomi dan Nasional, dan tidak ada anggota Partai Republik yang seharusnya bertanggung jawab menghancurkan hak istimewa ini," kata Trump.
Ketua DPR AS Mike Johnson pada Selasa (10/2) berupaya menghalangi pemungutan suara tersebut dengan menyerukan kepada para anggota parlemen untuk menunggu keputusan Mahkamah Agung mengenai legalitas tarif Trump, tetapi upaya itu gagal.
Sejak memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden AS pada Januari 2025, Trump telah memberlakukan serangkaian tarif terhadap Kanada. Resolusi yang diajukan oleh Meeks bertujuan untuk mengakhiri kedaruratan nasional yang diumumkan Trump setahun lalu melalui sebuah perintah eksekutif.
Pemerintahan Trump mengeklaim bahwa arus obat-obatan terlarang dari Kanada menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap AS, sehingga memungkinkan presiden untuk memberlakukan tarif terhadap barang-barang yang tidak memenuhi syarat perlakuan tarif preferensial berdasarkan Perjanjian AS-Meksiko-Kanada.
Sebelumnya pada Rabu, Bloomberg News melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk keluar dari pakta perdagangan Amerika Utara tersebut, dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini.
Trump sendirilah yang merundingkan pakta perdagangan yang melibatkan AS, Kanada, dan Meksiko tersebut pada masa jabatan pertamanya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Majelis Umum PBB bahas draf resolusi yang diajukan Palestina
Indonesia
•
20 Sep 2024

Laporan: Warga kulit hitam AS kurang dukung intervensi militer di luar negeri
Indonesia
•
24 Nov 2022

Presiden Iran akui sangat sulit berkomunikasi dengan pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah perang
Indonesia
•
06 Aug 2026

49 negara nikmati visa wisata Saudi untuk pertama kali
Indonesia
•
27 Sep 2019


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
