
Pertemuan Xi-Biden akan bantu stabilkan hubungan bilateral penting

Seorang siswa dari Beijing mengajari siswa lain dari Medgar Evers College Preparatory School di New York berlatih kaligrafi China dalam sebuah acara pertukaran budaya di New York, Amerika Serikat, pada 2 Februari 2018. (Xinhua/Wang Ying)
Hubungan AS-China selama lebih dari 40 tahun terakhir turut mengembangkan dimensi antarmasyarakat yang jauh melampaui apa yang dibayangkan siapa pun juga, dengan hubungan di antara universitas, lembaga pemikir, lembaga penelitian, perusahaan, serta organisasi budaya, seni, sastra, dan musik semuanya telah menjadi “bagian penting dari hubungan tersebut”.
San Francisco, AS (Xinhua) – Pertemuan mendatang antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden harus mendorong upaya dalam "menstabilkan hubungan" antara kedua perekonomian terbesar di dunia tersebut, kata seorang pakar AS."Mereka tentu memiliki agenda sangat kompleks yang harus diselesaikan oleh kedua pihak. Namun yang pertama dan terpenting, mereka harus mencari cara untuk menstabilkan hubungan," kata Denis Simon, salah satu akademisi terkemuka dari Institute for China-America Studies, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Xinhua.Simon juga merupakan seorang profesor Bisnis dan Teknologi Global di University of North Carolina Chapel Hill sekaligus direktur eksekutif Pusat Kebijakan Inovasi di Fakultas Hukum Duke University."Harus ada kejelasan yang lebih besar mengenai jalan mana yang kita ambil, ke mana tujuan kita, dan bagaimana kita akan mencapai hubungan jangka panjang yang dapat diterapkan antara kedua negara," kata Simon, sembari menyuarakan harapan bahwa kebijaksanaan dan kepemimpinan kedua kepala negara tersebut dapat menghadirkan "hari esok yang lebih baik.""Menjadi kewajiban bagi kedua negara dan para pemimpinnya untuk menemukan jalan ke depan guna mengurangi ketegangan dan agar warga kedua negara dapat memperoleh manfaat dari keterlibatan kedua pemerintah," ujarnya.Simon menyuarakan harapan bahwa tanda-tanda positif yang baru-baru ini terjadi dalam hubungan AS-China dapat "mengarah pada hubungan yang lebih baik.""Fakta bahwa terjadi dialog (di antara) para pemimpin senior merupakan hal yang baik," kata Simon, menambahkan bahwa perjalanan yang dilakukan oleh berbagai pejabat senior dari kedua negara merupakan indikasi "sesuatu yang positif sedang terjadi.""Dan sinyal-sinyal itu mereka sampaikan ke masyarakat umum," kata Simon.Simon mengatakan pertukaran antarmasyarakat antara kedua negara telah menunjukkan momentum yang kuat, menyebut kunjungan Philadelphia Orchestra ke China saat ini sebagai "pertanda yang sangat baik."Philadelphia Orchestra pertama kali berkunjung ke China pada awal 1970-an. "Ini merupakan pengalaman positif pada 1970-an, saya pikir kali ini akan menjadi pengalaman yang sangat bagus lagi."
Foto dokumen yang disediakan oleh Philadelphia Orchestra ini menunjukkan para musisi dari orkestra tersebut sedang menggelar konser di Beijing dalam perjalanan pertama mereka ke China pada 1973. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebanon kecam "ancaman" Israel terhadap sejumlah rumah sakit di wilayah selatan
Indonesia
•
02 Feb 2026

China konfirmasi masuknya benda udara sipil ke wilayah udara AS secara tak sengaja
Indonesia
•
04 Feb 2023

COVID-19 – Arab Saudi mulai pendaftaran vaksinasi gratis
Indonesia
•
15 Dec 2020

Rusia turunkan hubungan diplomatik dengan Estonia sebagai langkah balasan
Indonesia
•
24 Jan 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
