
Draf laporan berikan pandangan paling tajam tentang ancaman iklim AS

Foto yang diabadikan pada 29 September 2022 ini menunjukkan dampak Badai Ian di Fort Myers, Florida, Amerika Serikat. (Xinhua/Rolando López)
Ancaman iklim AS sudah menjadi "ekstensif dan semakin buruk", sehingga memunculkan sejumlah risiko besar bagi hampir setiap aspek masyarakat, menurut sebuah draf laporan ilmiah yang diedarkan oleh pemerintah federal.
New York City, AS (Xinhua) – Efek perubahan iklim sudah menjadi "ekstensif dan semakin buruk" di seluruh wilayah di Amerika Serikat (AS), memunculkan sejumlah risiko besar bagi hampir setiap aspek masyarakat, demikian dilaporkan The New York Times pada Selasa (8/11), mengutip sebuah draf laporan ilmiah yang diedarkan oleh pemerintah federal."Draf Penilaian Iklim Nasional (National Climate Assessment), kontribusi utama pemerintah terhadap pengetahuan iklim, memberikan pandangan paling detail tentang ancaman iklim AS yang merupakan konsekuensi pemanasan global bagi negara ini, baik di masa kini maupun di masa depan," ungkap Times.Laporan akhir itu tidak dijadwalkan untuk dipublikasikan hingga akhir 2023, tetapi 13 lembaga federal dan ratusan ilmuwan yang menyusun penilaian tersebut merilis sebuah draf setebal 1.695 halaman untuk komentar publik pada Senin (7/11), menurut surat kabar itu."Hal-hal yang paling dianggap penting oleh warga Amerika terancam," ungkap draf tersebut, yang masih dapat mengalami perubahan saat melewati proses peninjauan, seperti dikutip Times."Fenomena ekstrem yang lebih intens dan perubahan iklim jangka panjang mempersulit upaya untuk mempertahankan rumah yang aman dan keluarga yang sehat, layanan publik yang dapat diandalkan, ekonomi yang berkelanjutan, ekosistem yang berkembang, dan komunitas yang kuat," papar draf laporan itu.Unjuk rasa iklim
Pada 25 Oktober lalu, sejumlah aktivis iklim dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar unjuk rasa menentang perubahan iklim dan ketidaksetaraan selama sepekan menjelang peringatan 10 tahun Badai Sandy.Para aktivis sempat memblokir sejumlah eskalator di BlackRock, pemodal bahan bakar fosil terbesar di dunia, menurut sebuah unggahan di akun media sosial salah satu LSM, New York Communities for Change.Para peserta unjuk rasa mendesak manajemen BlackRock untuk tidak melakukan investasi bahan bakar fosil baru dan meminta pemerintah Negara Bagian New York untuk mendanai aksi iklim secara memadaiPara pengunjuk rasa memblokir sementara sebuah seksi di Park Avenue di New York City dan menyerukan pengambilan sejumlah langkah untuk membebankan pajak kepada orang-orang kaya untuk program berskala negara bagian, Green New Deal.Para aktivis juga menginterupsi sesi wawancara Senator Amerika Serikat (AS) Ted Cruz dalam The View di ABC News pada Senin (24/10), memprotes liputan ABC News tentang perubahan iklim.Beberapa pengunjuk rasa ditangkap pada Selasa (25/10) dan Rabu (26/10), menurut sejumlah laporan media dan unggahan di media sosial.Badai Sandy melanda New York City pada 29 Oktober 2012 dengan 44 warga setempat tewas dan kerusakan dengan nilai kerugian sekitar 19 miliar dolar AS, menurut pemerintah New York City.*1 dolar AS = 15.542 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei ungkap hampir 82 persen warga China miliki kebiasaan membaca
Indonesia
•
25 Apr 2024

COVID-19 – Arab Saudi mulai kampanyekan vaksinasi
Indonesia
•
26 Dec 2020

Eksekusi dan kekerasan seksual di El Fasher, Sudan, terus berlanjut
Indonesia
•
05 Nov 2025

Remaja Amerika 13 tahun jadi manusia pertama kalahkan gim komputer Tetris
Indonesia
•
06 Jan 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
