
‘E-commerce’ Indonesia siap sambut 2025 dengan peningkatan penjualan dan prospek yang menjanjikan

Seorang karyawan melihat spanduk promosi 'Double Eleven' pada antarmuka platform 'e-commerce' di Toko Mutiara Indah di Jakarta pada 10 November 2023. (Xinhua/Xu Qin)
E-commerce Indonesia siap menghadapi tantangan dan mengejar target ambisius pada 2025, dengan membangun pengalaman dan kesuksesan pada tahun-tahun sebelumnya.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – E-commerce Indonesia siap menghadapi tantangan dan mengejar target ambisius pada 2025, dengan membangun pengalaman dan kesuksesan pada tahun-tahun sebelumnya.Di antara platform-platform terkemuka adalah Tokopedia, yang secara signifikan memperluas pasar untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, terutama melalui kolaborasinya dengan TikTok untuk mengembangkan ShopTokopedia.TikTok, platform media sosial yang dikembangkan oleh ByteDance, tetap menjadi yang terpopuler di Indonesia, dengan 165,1 juta pengguna per Juli 2024, angka tertinggi secara global, menurut Statista."Pada 2025, kami akan tetap fokus memberdayakan para penjual lokal, termasuk UMKM, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital dan pada akhirnya menjadikan merek lokal sebagai pilihan utama bagi masyarakat Indonesia," ujar Aditia Grasio Nelwan, kepala komunikasi Tokopedia dan TikTok E-commerce, dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.Dia mencatat bahwa penjualan di Tokopedia telah melonjak, terutama sejak diluncurkannya kampanye "beli produk lokal", yang mencakup promosi menarik seperti diskon, cashback, dan gratis ongkos kirim. Kategori produk kecantikan dan fesyen muncul sebagai kategori terlaris, diikuti oleh makanan dan minuman dan barang-barang rumah tangga.Pengenalan fitur live shopping, yang mencakup ulasan produk dan sesi tanya jawab langsung, juga memainkan peran penting. Fitur ini telah melibatkan lebih dari 8 juta kreator afiliasi, yang secara signifikan memperluas jangkauan merek-merek lokal."Penjual yang menggunakan fitur ini mengalami peningkatan penjualan hampir tujuh kali lipat dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya," tambah Aditia.Menurut penelitian yang dilakukan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, e-commerce masih menjadi pasar yang menjanjikan di Indonesia, dengan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar 59 miliar dolar AS pada 2022. Angka ini diproyeksikan akan tumbuh menjadi 95 miliar dolar AS pada 2025 dan berpotensi mencapai 220-360 miliar dolar AS pada 2030.Namun, mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat tetap menjadi tantangan utama bagi para pemilik bisnis, kata Janet Dana, pemilik merek pakaian sederhana Gaudi, kepada Xinhua.Meskipun Gaudi telah lama aktif dalam penjualan daring, perusahaan ini mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan produk selama enam bulan terakhir, berkat memaksimalkan fitur-fitur e-commerce, terutama opsi belanja langsung."Inovasi produk saja tidak cukup, kami harus lebih kreatif dalam memanfaatkan strategi pemasaran, termasuk live shopping dan kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan eksposur merek," jelas Janet.Dengan rencana pertumbuhan penjualan puluhan hingga ratusan miliar rupiah tahun depan, Gaudi berkeinginan untuk terus beradaptasi dan berinovasi guna memenuhi ekspektasi konsumen yang terus meningkat.Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, menegaskan dukungan pemerintah terhadap promosi produk dan kampanye yang menstimulasi sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini termasuk inisiatif-inisiatif seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), yang berlangsung selama dua pekan pertama Desember dan mendukung ekonomi digital Indonesia.Merayakan penyelenggaraan yang ke-12, Harbolnas 2024 mencapai peningkatan transaksi sebesar 21,4 persen secara tahunan (year on year), menarik sekitar 98 juta pelanggan dan menghasilkan 31,2 triliun rupiah."Kami yakin bahwa sektor konsumsi dapat membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi jika pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bekerja sama secara efektif. Harbolnas merupakan bukti nyata bagaimana perilaku pembelian konsumen sangat penting untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut," kata Airlangga.Lebih lanjut dia memprediksi bahwa sektor e-commerce Indonesia akan terus berkembang pada 2025, didorong oleh peningkatan aksesibilitas internet, penggunaan smartphone yang meluas, dan semakin populernya platform belanja daring.*1 dolar AS = 16.162 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kepala eksekutif Makau fokus pemulihan ekonomi dan diversifikasi di Tahun Kelinci
Indonesia
•
22 Jan 2023

Industri penerbangan nasional tarik minat Dunlop bangun pabrik baru
Indonesia
•
07 Nov 2019

Minyak menetap di dekat tertinggi 2014 dipicu eskalasi Rusia-Ukraina
Indonesia
•
23 Feb 2022

RCEP untungkan perdagangan barang di Shanghai senilai 7 miliar dolar AS
Indonesia
•
05 Jan 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
