
Ekonomi Singapura diproyeksikan tumbuh lebih kuat, AI dan sektor konstruksi jadi mesin utama

Foto yang diabadikan pada 23 Mei 2024 ini menunjukkan pemandangan kota di Singapura. (Xinhua/Then Chih Wey)
Singapura (Xinhua) – Sejumlah lembaga riset ternama telah menaikkan proyeksi pertumbuhan Singapura, merujuk pada ketahanan aktivitas ekonomi, investasi terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berkelanjutan, serta peningkatan pesat di sektor konstruksi, sementara meredanya ketegangan di Timur Tengah turut mengurangi risiko penurunan bagi perekonomian yang bergantung pada ekspor tersebut.
DBS Group Research menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Singapura menjadi 4,3 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027, masing-masing dari 2,8 persen dan 2,3 persen.
"Deeskalasi ketegangan AS-Iran mengurangi tekanan stagflasi dan risiko penurunan pertumbuhan. Siklus AI global yang berkelanjutan, momentum layanan keuangan, dan peningkatan pesat (sektor) konstruksi turut menopang prospek positif tersebut," papar DBS.
Lembaga penelitian itu menyebutkan bahwa perekonomian Singapura tetap tangguh meski menghadapi guncangan geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan diperkirakan menutup paruh pertama 2026 dengan kinerja yang solid, sehingga memberikan momentum positif untuk bulan-bulan yang tersisa pada 2026.
Maybank Investment Bank juga menyampaikan bahwa pihaknya memperkirakan PDB Singapura akan tumbuh 4,6 persen pada 2026, berada di atas rentang perkiraan resmi pemerintah, yakni 2 hingga 4 persen.
Bank itu mengatakan dampak konflik Teluk terhadap pertumbuhan dan inflasi terbatas, seraya menambahkan bahwa pertumbuhan PDB kuartal pertama yang kuat sebesar 6 persen turut mendukung peningkatan proyeksi tersebut.
Menurut Maybank, belanja modal AI global yang kuat dan peningkatan pesat di sektor konstruksi turut membantu meredam tekanan dari tingginya harga energi dan gangguan pasokan yang berkaitan dengan konflik Timur Tengah.
Secara terpisah, UOB Global Economics and Markets Research menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB Singapura 2026 menjadi 4 persen dari sebelumnya 3,2 persen, seraya menyatakan bahwa tren positif terkait AI kemungkinan akan bertahan setidaknya hingga kuartal ketiga.
UOB memproyeksikan pertumbuhan PDB kuartal kedua sebesar 0,6 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) dan 5 persen secara tahunan (year-on-year).
Lembaga penelitian itu menambahkan bahwa meredanya ketegangan di Timur Tengah dan normalisasi bertahap terkait aliran energi melalui Selat Hormuz telah mengurangi risiko penurunan bagi prospek pertumbuhan ekonomi Singapura.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor kurir China alami lonjakan penanganan paket pada awal 2023
Indonesia
•
11 Feb 2023

Kementerian ESDM siapkan eksplorasi panas bumi Cisolok-Cisukarame
Indonesia
•
14 Aug 2020

IEA sebut UE berpotensi hadapi kekurangan gas alam pada 2023
Indonesia
•
13 Dec 2022

Moskow akan lindungi kepentingannya saat Barat tetapkan batas harga minyak Rusia
Indonesia
•
06 Feb 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
