China desak Belanda pulihkan stabilitas rantai pasokan semikonduktor global

Belanda mengambil alih Nexperia

Para staf bekerja di sebuah perusahaan semikonduktor di Kawasan Industri Suzhou di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 12 November 2024. (Xinhua/Ji Chunpeng)

Belanda mengambil alih Nexperia, produsen cip milik China yang berbasis di Belanda, dalam upaya untuk mengamankan pasokan semikonduktor Eropa untuk mobil dan barang elektronik lainnya serta melindungi keamanan ekonomi Eropa.

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Perdagangan China pada Sabtu (8/11) menyerukan kepada Belanda untuk mengajukan rencana konstruktif dan mengambil langkah konkret guna memulihkan stabilitas rantai pasokan semikonduktor global.

Seorang juru bicara (jubir) kementerian tersebut menyampaikan pernyataan ini saat diminta memberikan tanggapan terkait pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (6/11) oleh Vincent Karremans, menteri urusan ekonomi Belanda, mengenai masalah produsen semikonduktor Nexperia, anak perusahaan China Wingtech di luar negeri.

China memperhatikan pernyataan tersebut, kata jubir kementerian itu, seraya menambahkan bahwa hingga saat ini, China belum melihat adanya tindakan konkret yang diambil oleh pihak Belanda untuk menghentikan pelanggaran terhadap hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China serta memulihkan stabilitas rantai pasokan semikonduktor global.

Sebagai sikap bertanggung jawab terhadap stabilitas dan keamanan rantai pasokan semikonduktor global, China mengumumkan pada 1 November bahwa pihaknya akan memberikan pengecualian ekspor kepada perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat, kata jubir tersebut. Dia juga menekankan bahwa pihak Belanda merupakan sumber, dan bertanggung jawab atas, gangguan yang saat ini dialami rantai pasokan semikonduktor global.

China berharap agar pernyataan pihak Belanda tidak sekadar retorika belaka. Belanda seharusnya mengajukan usulan yang nyata dan konstruktif serta mengambil tindakan praktis untuk secara efektif memulihkan stabilitas rantai pasokan semikonduktor global di sumbernya, tambah jubir tersebut.

Pihak Belanda seharusnya menghentikan penggunaan cara-cara administratif untuk mencampuri dan mengganggu urusan internal perusahaan, serta seharusnya mendorong penyelesaian dini terhadap masalah Nexperia, kata jubir tersebut.

China telah menyetujui permintaan Kementerian Urusan Ekonomi Belanda untuk mengirimkan personel ke China guna melakukan konsultasi, demikian menurut jubir tersebut.

Sebelumnya pada Oktober lalu, pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia, produsen cip milik China yang berbasis di Belanda, dalam upaya untuk mengamankan pasokan semikonduktor Eropa untuk mobil dan barang elektronik lainnya serta melindungi keamanan ekonomi Eropa.

Den Haag menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena "kekurangan tata kelola yang serius" dan untuk mencegah cip tersebut tidak tersedia dalam keadaan darurat.

Perkembangan ini mengancam ketegangan antara Uni Eropa dan China, yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir terkait perdagangan dan hubungan Beijing dengan Rusia.

Pada Desember 2024, pemerintah AS memasukkan Wingtech ke dalam apa yang disebut "daftar entitas", yang mengidentifikasi perusahaan tersebut sebagai “masalah keamanan nasional”.

Berdasarkan peraturan tersebut, perusahaan-perusahaan AS dilarang mengekspor barang-barang buatan Amerika ke perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam daftar kecuali mereka memiliki persetujuan khusus.

Di Inggris, Nexperia terpaksa menjual pabrik cip silikonnya di Newport setelah anggota parlemen dan menteri menyuarakan kekhawatiran mereka tentang keamanan nasional. Saat ini, Nexperia memiliki fasilitas di Inggris yang berlokasi di Stockport.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait