
Ekspor Korsel capai 1.743 triliun rupiah, didorong ledakan semikonduktor 828 triliun rupiah

Ilustrasi. (Vishnu Mohanan on Unsplash)
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Ekspor Korea Selatan (Korsel) pada Agustus melonjak dua digit, didorong oleh rekor permintaan global terhadap semikonduktor buatan lokal negara itu, tunjuk data pemerintah Korsel yang dirilis pada Selasa (1/9).
Pengiriman ke luar negeri, yang menyumbang sekitar setengah dari perekonomian yang berorientasi ekspor itu, melonjak 68,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya ke angka 98,25 miliar dolar AS pada Agustus, sebut Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Sumber Daya Korsel.
*1 dolar AS = 17.746 rupiah
Angka tersebut merupakan kinerja tertinggi ketiga yang pernah dicatat negara Asia itu, sekaligus menembus 90 miliar dolar AS selama tiga bulan berturut-turut.
Rata-rata ekspor harian melonjak 72,5 persen menjadi 4,47 miliar dolar AS, melampaui 4 miliar dolar AS selama empat bulan berturut-turut.
Impor meningkat 22,5 persen menjadi 63,51 miliar dolar AS pada bulan lalu, sehingga surplus perdagangan mencapai 34,75 miliar dolar AS. Surplus tersebut melampaui 30 miliar dolar AS selama tiga bulan berturut-turut.
Dari 20 komoditas ekspor utama negara tersebut, sebanyak 14 produk mencatat pertumbuhan pengiriman ke luar negeri. Di antaranya, ekspor semikonduktor melonjak 209 persen hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 46,65 miliar dolar AS, menembus 40 miliar dolar AS selama tiga bulan berturut-turut.
Pencapaian tersebut didorong oleh ekspansi berkelanjutan pada investasi infrastruktur kecerdasan buatan oleh perusahaan penyedia layanan komputasi awan berskala raksasa global, seperti Google dan Amazon, yang memicu kenaikan harga cip memori.
Ekspor ke Amerika Serikat (AS) melonjak 89,3 persen ke angka 16,50 miliar dolar AS, didorong oleh kuatnya permintaan terhadap cip, produk baja, komputer, dan produk minyak.
Pengiriman ke negara-negara ASEAN melonjak 75,4 persen ke angka 19,09 miliar dolar AS, sementara ekspor ke Uni Eropa meningkat 14,6 persen ke angka 6,62 miliar dolar AS.
Di sisi impor, impor tiga sumber energi utama, yakni minyak mentah, gas alam, dan batu bara, meningkat 15,3 persen menjadi 12,68 miliar dolar AS pada bulan lalu.
Impor nonenergi meningkat 24,4 persen menjadi 50,83 miliar dolar AS, didorong oleh kuatnya permintaan terhadap peralatan semikonduktor dan logam nonbesi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Utang luar negeri Indonesia tumbuh lambat pada Juli 2020
Indonesia
•
16 Sep 2020

Kenaikan biaya hidup ubah kebiasaan sarapan masyarakat Turki
Indonesia
•
24 Nov 2022

Pakar Rusia sebut revolusi digital ubah lanskap energi global
Indonesia
•
09 Jul 2025

Ekspor kopi Vietnam dalam 9 bulan lampaui omzet tahun lalu
Indonesia
•
05 Oct 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
