
Emisi gas rumah kaca tahunan Australia turun 1,9 persen

Foto udara yang diambil pada 2 Juni 2021 ini menunjukkan Great Barrier Reef di Queensland, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Emisi gas rumah kaca Australia turun sebesar 1,9 persen pada periode satu tahun hingga September 2025, sebagai hasil dari pembangkitan listrik terbarukan yang mencapai rekor tertinggi.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Emisi gas rumah kaca Australia turun sebesar 1,9 persen pada periode satu tahun hingga September 2025, sebagai hasil dari pembangkitan listrik terbarukan yang mencapai rekor tertinggi, demikian menurut data pemerintah.
Sebuah laporan kuartalan yang dipublikasikan pada Rabu (25/2) oleh Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan, dan Air (Department of Climate Change, Energy, the Environment and Water/DCCEEW) menunjukkan Australia menghasilkan 444,3 juta ton emisi setara karbon dioksida dalam periode satu tahun hingga September 2025.
Angka itu menandai penurunan 8,5 juta ton, atau 1,9 persen, dari 452,8 juta ton pada 12 bulan sebelumnya.
Laporan tersebut mengatakan penurunan itu terutama disebabkan oleh penurunan emisi sebesar 3,1 persen di sektor kelistrikan berkat peningkatan pembangkitan energi terbarukan dan berlanjutnya penggantian pembangkitan listrik berbahan bakar batu bara.
Operator Pasar Energi Australia (Australian Energy Market Operator/AEMO), menyebutkan dalam laporannya bahwa sumber energi terbarukan memasok 42,7 persen listrik ke Pasar Listrik Nasional (National Electricity Market) pada kuartal ketiga 2025, yang kemudian dilampaui rekor tertinggi sebesar 51,0 persen pada kuartal terakhir tahun lalu.
Chris Bowen, menteri perubahan iklim dan energi Australia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa emisi untuk periode satu tahun hingga September tercatat 27,4 persen lebih rendah daripada level 2005.
Pemerintah federal telah berkomitmen untuk mengurangi emisi sebesar 43 persen dari level 2005 pada 2030 dan setidaknya 62 persen pada 2035.
"Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target iklim kami jika kami tetap konsisten pada jalur ini dan terus meningkatkan upaya kami," kata Bowen.
Data awal untuk kuartal terakhir 2025 yang tercantum dalam laporan itu memperkirakan emisi nasional sebesar 443,1 juta ton untuk tahun kalender tersebut, turun 2,0 persen dari 2024 dan 27,6 persen dari 2005.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Model AI canggih temukan mutasi gen penyebab penyakit
Indonesia
•
28 Oct 2025

SpaceX akan lakukan uji terbang ketiga Starship pekan ini
Indonesia
•
15 Mar 2024

Fosil tumbuhan berumur 410 juta tahun ungkap pergeseran ekologis Bumi
Indonesia
•
16 Jan 2025

AS luncurkan misi baru untuk pelajari bulan Planet Jupiter, Europa
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
