
WHO serukan bantuan kemanusiaan darurat untuk Gaza

Anak-anak yang menderita luka-luka terlihat di sebuah rumah sakit di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 8 Desember 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Fasilitas kesehatan di Gaza dan Tepi Barat terus dibombardir oleh Israel, menyebabkan hanya ada 14 dari 36 rumah sakit yang masih berfungsi secara parsial, termasuk dua rumah sakit di bagian utara Wadi Gaza dan 12 rumah sakit di wilayah selatan Gaza.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Dewan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (10/12) mengadopsi sebuah resolusi yang mendesak agar akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza segera dibuka dan dibebaskan dari hambatan.Atas permintaan 17 negara anggota, Dewan Eksekutif WHO mengadakan sesi khusus di markas besar WHO di Jenewa untuk membahas kondisi kesehatan di wilayah Palestina yang diduduki itu, termasuk Yerusalem timur.Dalam pidato pembukaannya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa "dampak konflik tersebut terhadap kesehatan sangat menghancurkan" dan "sistem kesehatan Gaza terpuruk dan kolaps."Menurut WHO, hanya ada 14 dari 36 rumah sakit yang masih berfungsi secara parsial, termasuk dua rumah sakit di bagian utara Wadi Gaza dan 12 rumah sakit di wilayah selatan Gaza.
Seorang pria yang mengalami luka-luka dipindahkan ke rumah sakit di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 8 Desember 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – China terapkan langkah-langkah melawan penyakit menular Kelas B
Indonesia
•
27 Dec 2022

90 truk bantuan PBB berhasil jangkau warga Gaza, akhiri blokade 11 pekan
Indonesia
•
26 May 2025

Desa-desa di Lebanon selatan rayakan musim Natal di tengah bentrokan
Indonesia
•
19 Dec 2023

Kecintaan Australia pada Indonesia makin kuat dengan Misi Budaya
Indonesia
•
19 Nov 2019


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
