
Feature – Finis terakhir di Olimpiade perdananya, atlet debutan remaja China Tai Zhien yakin tampil lebih baik di Olimpiade berikutnya

Atlet China Tai Zhien beraksi dalam laga final. (Xinhua/Wu Wei)
Milan, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Setelah finis di posisi ke-12 dari 12 pesaing dalam pertandingan nomor 5.000 meter putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Kamis (12/2), Tai Zhien mengatakan dirinya yakin dapat tampil lebih baik di Olimpiade berikutnya.
Berlomba di pair pertama, atlet seluncur cepat (speed skating) China itu mencatat waktu 7 menit 15,71 detik, atau 29,54 detik tertinggal dari pemenang asal Italia, Francesca Lollobrigida.
Kecewa, air mata Tai Zhien pun mengalir di area pemanasan sebelum menenangkan diri untuk berbicara kepada wartawan.
"Berdiri di atas panggung yang begitu besar, saya sekarang menyadari betapa besar selisih waktunya," ujar atlet berusia 19 tahun itu, yang kali ini berkompetisi di Olimpiade pertamanya. "Saya tahu masih banyak yang harus ditingkatkan, tetapi saya yakin bisa melakukan lebih baik di kesempatan berikutnya."
Tai Zhien, yang menempati posisi ketujuh di nomor 5.000 meter pada World Single Distances Championships tahun lalu, mengakui ada sedikit perubahan dalam pola pikirnya yang membuatnya tidak dapat tampil dengan performa terbaik.
"Kala itu (di World Single Distances Championships tahun lalu), saya mengingatkan pada diri sendiri, 'jangan pedulikan hasilnya, lakukan saja yang terbaik,'" ujarnya. "Kali ini, mungkin saya sedikit terlalu bersemangat untuk tampil dengan baik. Saya belum memiliki pengalaman di Olimpiade, jadi saya seharusnya menjaga mentalitas yang sama seperti yang saya lakukan tahun lalu."
"Ini menjadi pengalaman pembelajaran yang berharga bagi saya," tambah peseluncur itu.
Pada Rabu (11/2), Ning Zhongyan memenangkan medali perunggu untuk cabang olahraga (cabor) seluncur cepat nomor 1.000 meter putra, yang menjadi medali pertama China dalam cabor di permukaan es pada Olimpiade ini. Ning tampil kurang maksimal di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, dengan finis di posisi kelima pada nomor tersebut.
"Ning memberikan contoh yang baik bagi saya, saya akan belajar darinya," ujar Tai Zhien.
Atlet remaja itu mulai bermain seluncur es pada usia 10 tahun saat sang nenek membawanya ke sebuah gelanggang es terbuka di Yanbian, Provinsi Jilin, China timur laut. Tepat setelah pertandingannya pada Kamis, neneknya mengirimkan pesan untuk menghiburnya.
"Nenek bilang, 'Kamu sudah bekerja keras,'" kata Tai Zhien. "Saya akan segera meneleponnya untuk mengobrol lebih banyak."
Setelah menyelesaikan satu-satunya pertandingannya di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Tai Zhien akan pulang ke tanah airnya pada Jumat (13/2) untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya, yakni sebuah ajang tingkat junior.
"Saya akan pulang," ujarnya sambil tersenyum.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Forum Akademisi apresiasi pemilihan ketua umum Alumni Penerima Beasiswa Supersemar
Indonesia
•
17 Nov 2019

Topan Doksuri mendekat, provinsi pesisir China naikkan level tanggap darurat
Indonesia
•
27 Jul 2023

Feature – Peneliti China pulihkan ‘padang rumput’ bawah laut
Indonesia
•
18 Jun 2024

COVID-19 – China punya 13 jenis vaksin yang tersedia untuk ‘booster’ kedua
Indonesia
•
27 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
