
Ilmuwan China cetak rekor efisiensi baru untuk konversi tenaga surya ke hidrogen

Foto yang diabadikan pada 20 Maret 2024 ini menunjukkan stasiun produksi dan distribusi hidrogen Sany Group di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, China tengah. (Xinhua/Chen Zeguo)
Fotoanoda semitransparan mendorong efisiensi konversi tenaga surya menjadi hidrogen (solar-to-hydrogen/STH) hingga mencapai rekor 5,1 persen.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Universitas Tianjin, China, mencetak tonggak sejarah dalam produksi hidrogen bertenaga surya, dengan mengembangkan fotoanoda semitransparan yang mendorong efisiensi konversi tenaga surya menjadi hidrogen (solar-to-hydrogen/STH) hingga mencapai rekor 5,1 persen.Terobosan ini, yang dipublikasikan di Nature Communications, menawarkan jalur yang menjanjikan bagi teknologi ‘daun artifisial’ yang terukur, demikian dilansir Science and Technology Daily pada Selasa (17/6).‘Daun artifisial’ merupakan perangkat berbasis silikon yang menggunakan tenaga surya untuk memisahkan hidrogen dan oksigen dalam air, sehingga menghasilkan energi hidrogen dengan cara yang bersih.Dipimpin oleh Wang Tuo, profesor dari Fakultas Teknik dan Teknologi Kimia, tim peneliti membahas batasan-batasan penting dalam sistem pemisahan air tenaga surya yang tidak bias, yang menghasilkan hidrogen tanpa tegangan listrik eksternal.Fotoanoda indium sulfida (In₂S₃) inovatif mereka mengatasi pertukaran konvensional antara konduktivitas dan transparansi cahaya."Desain semitransparan kami secara serentak mempercepat reaksi oksidasi air dan memungkinkan foton mencapai fotokatalis, sehingga meminimalkan pemborosan energi," kata Wang, yang juga bertindak sebagai penulis korespondensi untuk penelitian ini.Divalidasi dalam sistem mandiri yang sepenuhnya ditenagai oleh tenaga surya, perangkat ini mencapai efisiensi STH 5,1 persen, melampaui tolok ukur 5 persen untuk sistem konvensional yang menggunakan fotokatalis silikon dengan fotoanoda anorganik. Ini menandai efisiensi tertinggi yang dilaporkan untuk konfigurasi semacam itu, ungkap Wang.Penelitian ini memberikan solusi baru bagi dua tantangan yang masih ada saat ini, yakni transfer elektron interfasial yang lamban dan kehilangan optik yang signifikan.Dengan pengoptimalan lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka jalan untuk mengembangkan ‘daun artifisial’ yang hemat biaya dan tahan lama.Beberapa penerapan potensial untuk ‘daun artifisial’ di antaranya unit pembangkit hidrogen yang diintegrasikan ke dalam fasad bangunan, atap, atau pabrik produksi yang berbasis di gurun, ujar Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China kembangkan chip magnetik presisi tinggi
Indonesia
•
03 Jul 2021

Hampir 10.000 bilah kayu berusia lebih dari 1.700 tahun ditemukan di China tengah
Indonesia
•
23 Dec 2023

China rilis citra berwarna global Mars
Indonesia
•
01 May 2023

COVID-19 - Ilmuwan Rusia: Butuh 18 bulan untuk kembangkan vaksin
Indonesia
•
22 Jul 2020


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
