
Gaya hidup rendah karbon kian diminati kalangan anak muda China

Foto yang diabadikan pada 18 April 2023 ini menunjukkan sejumlah venue di Taman Olahraga Danau Dong'an di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua/Shen Bohan)
Gaya hidup rendah karbon semakin diminati oleh kalangan muda China seiring upaya negara itu dalam merealisasikan ‘target karbon ganda’ yang berfungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menumbuhkan pasar yang semakin luas untuk produk ramah lingkungan.
Guangzhou, China (Xinhua) – Pada Senin (22/4), sebuah perusahaan asal China merilis perangkat headphone open-ear nol-karbon di Shenzhen, China selatan.Cleer ARC 3 buatan Shenzhen Grandsun Electronic Co., Ltd. itu mengantongi sertifikat netral karbon dengan memaksimalkan penggunaan bahan yang dapat didaur ulang, listrik yang ramah lingkungan, dan peralatan dengan konsumsi daya yang rendah.Presiden Shenzhen Grandsun Electronic Co., Ltd., Wu Haiquan, mengungkapkan bahwa mereka terinspirasi oleh "target karbon ganda" China, yang bertujuan mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan merealisasikan netralitas karbon pada 2060 mendatang."Selama proses produksi, kami memprioritaskan pemilihan bahan yang dapat didaur ulang dan ramah lingkungan. Sementara untuk mengatasi emisi karbon, kami menghitung dan mengimbanginya dengan membeli energi hijau, memastikan produk kami netral karbon dan ramah lingkungan. Praktik ramah lingkungan dan rendah karbon tidak lagi hanya sekadar opsi, namun menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tren pembangunan di masa depan," jelas Wu.Saat ini, semakin banyak anak muda China yang mulai menerapkan gaya hidup rendah karbon, seiring upaya negara itu dalam merealisasikan ‘target karbon ganda’ yang berfungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menumbuhkan pasar yang semakin luas untuk produk ramah lingkungan.Hellobike, salah satu perusahaan berbagi sepeda terkemuka di China, mengatakan bahwa layanan berbagi sepeda mereka telah menjangkau lebih dari 500 kota di China, dengan jumlah pengguna terdaftar menembus 600 juta orang.Per akhir 2023 lalu, perusahaan itu melaporkan lebih dari 42 miliar kilometer jarak tempuh bersepeda, yang setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 1,9 juta ton.Di China, generasi muda mulai menunjukkan minat khusus terhadap gaya hidup rendah karbon.Menurut survei tahun 2020 yang dilakukan oleh China Youth Climate Action Network, 95 persen mahasiswa yang diwawancarai, yang memiliki rentang usia antara 18 hingga 24 tahun, mendukung gaya hidup rendah karbon, sementara 62 persen di antaranya bersedia membayar lebih untuk kepentingan perlindungan lingkungan.Para pengamat memuji tren penerapan praktik ramah lingkungan di China, dan meyakini bahwa pencapaian China di bidang ini juga akan memberikan manfaat bagi dunia."Saya tidak menduga sebelumnya seberapa besar upaya yang akan dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah China dalam melakukan transformasi hijau. Upaya mereka sungguh luar biasa," tutur profesor strategi di BI Norwegian Business School, Carl Fey.Sementara itu, anggota dewan eksekutif Evonik Industries untuk kawasan Asia-Pasifik, Claus Rettig, mengatakan, "Kini, berkat adanya pembangunan dan pendekatan pembangunan berkualitas tinggi dari China, serta pembangunan hijau, peluang kami menjadi lebih besar dari sebelumnya."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah AS sampaikan belasungkawa atas gempa bumi di China barat laut
Indonesia
•
22 Dec 2023

Feature – Tukang kayu Palestina ini buatkan sandal kayu untuk anak-anak pengungsi di Gaza
Indonesia
•
21 Sep 2024

Pakar WHO serukan respons yang lebih cepat terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
08 Nov 2022

China keluarkan peringatan kuning untuk badai salju dan gelombang dingin
Indonesia
•
26 Nov 2024


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
