Guterres sebut pengiriman bantuan yang efektif ke Gaza butuh gencatan senjata segera

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di sisi Mesir perlintasan perbatasan Rafah pada 23 Maret 2024. Guterres menegaskan kembali seruannya perihal gencatan senjata segera di wilayah kantong Palestina yang terkepung itu. (Xinhua/Mohamed Ahmed)
Gaza telah menjadi kuburan bagi anak-anak, sebuah konsekuensi kemanusiaan yang sangat buruk akibat serangan militer Israel yang sangat brutal.
Amman, Yordania (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (25/3) menyampaikan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan yang efektif ke Gaza memerlukan "penerapan segera" gencatan senjata kemanusiaan.Dalam konferensi pers gabungan bersama Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi di Amman, sekjen PBB tersebut menuturkan dirinya akan mendorong penghapusan segala hambatan terhadap bantuan yang menyelamatkan nyawa dan menemukan lebih banyak titik masuk bagi pengiriman bantuan mereka ke Gaza.Namun, "tidak akan ada solusi kemanusiaan yang berkelanjutan dengan perang yang berlangsung separah ini," imbuhnya.Guterres menuturkan bahwa dirinya bertemu dengan warga sipil Palestina yang terluka dan mendengar langsung dari para pekerja kemanusiaan PBB di perlintasan perbatasan Rafah pada akhir pekan lalu."Tanpa terkecuali, mereka mengatakan kepada saya (bahwa) mereka belum pernah melihat hal yang mengerikan seperti yang terjadi di Gaza saat ini," ujar sang sekjen. "Skala dan laju (angka) kematian serta kehancuran berada pada tingkat yang sama sekali berbeda.""Kebutuhan itu sangat mendesak," mengingat kelaparan tengah melanda warga Palestina di Gaza, tutur Guterres.
Warga Palestina memeriksa reruntuhan bangunan pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 24 Maret 2024. (Xinhua/Khaled Omar)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Syafii Antonio serukan kemandirian ekonomi Islam dalam khutbah Ied
Indonesia
•
05 Jun 2019

COP15 jadi momen krusial bagi umat manusia
Indonesia
•
07 Dec 2022

Pasien Long COVID di Florida, AS, tak punya banyak opsi perawatan
Indonesia
•
18 Oct 2022

Al-Ghozy Muslimah Center bagi 1.100 paket Ramadhan kepada pengajar Al-Qur’an di Bogor
Indonesia
•
10 Mar 2025
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
