
Peneliti China temukan gen baru yang bantu tingkatkan hasil panen gandum di tanah salin

Seorang staf memeriksa gandum yang baru dipanen di gudang milik sebuah perusahaan biji-bijian dan minyak di wilayah Qitai yang terletak di Prefektur Otonom Etnis Hui Changji, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 9 Juli 2024. (Xinhua/Ding Lei)
Gen baru yang menentukan toleransi terhadap garam (salt-tolerance) pada gandum dapat meningkatkan hasil panen sebesar 5 hingga 9 persen pada varietas eksperimental yang ditanam di tanah salin-alkali.
Jinan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China berhasil mengidentifikasi sebuah gen baru yang menentukan toleransi terhadap garam (salt-tolerance) pada gandum, sehingga dapat meningkatkan hasil panen sebesar 5 hingga 9 persen pada varietas eksperimental yang ditanam di tanah salin-alkali.Temuan penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Genetics.Wang Meng, peneliti dari Institut Ilmu Tanah (Institute of Soil Science/ISS) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) yang sekaligus penulis korespondensi (corresponding author) dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa daerah-daerah utama untuk penanaman gandum di China kerap kali mengalami masalah tingginya tingkat salinisasi tanah. Musim semi menandai periode pertumbuhan yang krusial bagi gandum, yang dicirikan dengan pemanjangan batang (jointing) dan pengisian biji (grain filling). Namun, musim semi juga merupakan periode ketika salinitas tanah mencapai puncaknya, sehingga sangat berdampak pada pertumbuhan dan hasil panen gandum.Para peneliti dari ISS, Northwest A&F University, dan Universitas Pertanian Qingdao menganalisis lebih dari 500 varietas dan galur gandum yang dibudidayakan selama bertahun-tahun di ladang salin-alkali. Mereka mengidentifikasi TaSPL6-D, sebuah supresor transkripsional untuk gen-gen penting pada gandum yang menentukan toleransi terhadap garam.Tim peneliti menemukan bahwa karena variasi genetik alami, terdapat varian alami dari TaSPL6-D, yang dinamai TaSPL6-D-In pada ras lokal. Varian alami tersebut kehilangan kemampuannya untuk menekan gen-gen utama penentu toleransi terhadap garam pada gandum.Menggunakan metode pemuliaan berbantuan molekuler, para peneliti memasukkan TaSPL6-D-In dari sebuah ras lokal ke kultivar gandum unggulan, sehingga berhasil meningkatkan hasil panen di tanah salin-alkali.Zhao Zhendong, seorang akademisi di Akademi Teknik China, dan Cao Xiaofeng, seorang akademisi di CAS, keduanya mengatakan bahwa penelitian ini memberikan target desain yang sangat penting untuk memajukan pemuliaan molekuler pada gandum dan tanaman lainnya yang toleran terhadap garam.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bilah turbin angin terpanjang di dunia sukses diproduksi di China utara
Indonesia
•
25 Mar 2024

Studi: Polusi mikroplastik ancam ketahanan pangan global
Indonesia
•
30 Mar 2025

Ilmuwan China temukan spesies baru dinosaurus berbulu
Indonesia
•
18 Jun 2026

Helikopter Mars NASA akan lakukan penerbangan ke-60 di Mars
Indonesia
•
02 Oct 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
