
Harga buah di Malaysia diperkirakan naik akibat gangguan pengiriman di Timur Tengah

Sejumlah staf membersihkan durian di pabrik pengolahan durian di Negara Bagian Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober 2025. (Xinhua/Cheng Yiheng)
Gangguan pengiriman di Timur Tengah mendorong petani buah untuk membeli pupuk kimia yang lebih mahal, membuat harga buah-buahan di Malaysia melambung.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Harga buah-buahan di Malaysia diperkirakan akan melambung seiring gangguan transportasi yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah mengguncang rantai pasokan global.
Gangguan pengiriman di Timur Tengah mendorong petani buah untuk membeli pupuk kimia yang lebih mahal, menurut laporan media lokal Sin Chew Daily yang mengutip pernyataan Koh Lai Ann, presiden Federasi Asosiasi Petani Buah Malaysia, baru-baru ini.
"Hanya dalam dua pekan, harga bahan baku pupuk melonjak 100 persen hingga 150 persen. Jika konflik berlanjut dan pemasok tidak dapat mengirim barang mereka, petani buah Malaysia dapat menghadapi situasi di mana mereka memiliki uang namun tidak dapat membeli pupuk," ungkap Koh.
Menurutnya, biaya input yang lebih tinggi diperkirakan akan membebani produksi, berpotensi menyebabkan penurunan pasokan yang signifikan dan mendorong kenaikan harga bagi konsumen.
Menurut Koh, efek domino dari konflik tersebut dapat menaikkan harga buah-buahan di Malaysia sebesar 20 persen atau lebih.
Selain itu, dia juga mengatakan buah-buahan berorientasi ekspor yang bergantung pada penjualan ke luar negeri, seperti durian dan nangka, akan menghadapi risiko yang lebih besar, mengingat mereka juga harus menghadapi biaya pengiriman dan asuransi yang melambung tinggi di samping biaya pupuk.
Timur Tengah menjadi pusat produksi dan jalur transit utama bagi bahan baku pupuk, imbuhnya.
Ketidakstabilan yang terus berlanjut mengganggu pengiriman barang melalui Terusan Suez dan Laut Merah. Akibatnya, beberapa pemasok pupuk Malaysia terpaksa menghentikan pesanan baru sejak pertengahan Maret, ungkap Koh.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bali bakal pasok listrik untuk 100.000 rumah tangga dari pengolahan 500.000 ton sampah per tahun
Indonesia
•
08 Jul 2026

Sekitar 1,7 miliar penduduk dunia belum punya akses ke sektor keuangan
Indonesia
•
24 Dec 2021

Pelaku industri sebut sektor pariwisata Turkiye rasakan dampak konflik Gaza
Indonesia
•
09 Nov 2023

Rata-rata keluarga di Italia hadapi kenaikan harga tahunan sebesar 3.000 euro
Indonesia
•
24 Jan 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
