
Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas

Sebuah kapal tanker minyak mentah terlihat di Pelabuhan New York dan New Jersey, Amerika Serikat, pada 29 April 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menembus angka 100 dolar AS per barel pada Kamis (10/9) pagi waktu setempat seiring terus berlanjutnya konflik di Timur Tengah.
*1 dolar AS = 17.536 rupiah
Harga WTI untuk pengiriman Oktober 2026 sempat menyentuh 100,88 dolar AS per barel, naik 4,83 dolar AS atau 5,03 persen dari harga penutupan pada Rabu (9/9). Ini menandai level tertinggi kontrak berjangka minyak mentah WTI bulan terdekat (front month) sejak 20 Mei.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik ke level 105,84 dolar AS per barel sebelum kenaikannya sedikit melambat.
The Wall Street Journal melaporkan pada Rabu bahwa para penasihat utama Gedung Putih membahas kemungkinan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang dengan Iran dapat berlangsung hingga akhir masa jabatan keduanya pada Januari 2029.
Namun demikian, Trump mengatakan pada Rabu bahwa perang tersebut akan berakhir "segera" setelah pemilu paruh waktu pada November.
Arus minyak melalui Selat Hormuz menunjukkan peningkatan yang mengejutkan dalam beberapa pekan terakhir, tetapi pasar bisa mengalami pengetatan yang lebih tajam jika eskalasi yang sedang berlangsung kembali mengakibatkan terganggunya arus minyak, kata Warren Patterson dan Ewa Manthey, analis di ING.
"Justru, sinyal-sinyal saat ini mengarah pada eskalasi lebih lanjut, sehingga tekanan kenaikan tetap kuat," ujar mereka.
"Bahkan dari sudut pandang analisis teknis, kondisinya terlihat cukup berpotensi untuk terus naik (bullish). Saya tidak tertarik untuk melakukan shorting terhadap minyak mentah, dan saya menduga bahwa selama perang ini masih berlangsung, setiap kali terjadi penurunan harga sementara (pullback), kemungkinan besar akan ada pembeli yang bersedia masuk ke pasar," ungkap Christopher Lewis, seorang analis dari FX Empire, dalam sebuah catatan pada Kamis.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar Jepang sebut keterbukaan China dorong pemulihan ekonomi global
Indonesia
•
17 Apr 2023

Pemerintah Jerman pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2025 jadi 0,3 persen
Indonesia
•
30 Jan 2025

Jumlah perusahaan AI besar di Beijing capai 1.000 lebih
Indonesia
•
14 Feb 2023

Libur panjang dongkrak penumpang Whoosh, tembus 126 ribu orang dalam sepekan
Indonesia
•
06 Jun 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
