
Boeing mulai produksi helikopter MH-139A Grey Wolf

Foto dokumentasi menunjukkan sebuah helikopter Boeing MH-139A Grey Wolf. (Xinhua/Boeing)
Helikopter MH-139A Grey Wolf untuk batch pertama sebanyak 13 unit mulai diproduksi oleh Boeing, dan diharapkan dapat dikirim pada tahun depan.
San Francisco, AS (Xinhua) – Boeing pada Selasa (7/3) mengumumkan bahwa perusahaan itu akan memulai produksi 13 helikopter MH-139A Grey Wolf pertama, menyusul pemberian kontrak oleh Angkatan Udara Amerika Serikat senilai 285 juta dolar AS untuk pesawat, serta layanan pemeliharaan, dan dukungan."Kami bekerja keras untuk memulai pengiriman pada tahun depan," ujar Azeem Khan, direktur program MH-139 Boeing.Tim MH-139A terdiri dari Boeing sebagai kontraktor utama, dan Leonardo sebagai produsen peralatan asli. Leonardo memproduksi helikopter tersebut di pabriknya di Philadelphia timur laut, sementara Boeing bertanggung jawab atas pengadaan dan pemasangan peralatan militer dan dukungan pascapengiriman pesawat itu, menurut pengumuman tersebut."Rekan satu tim saya di Leonardo, bersama dengan Boeing, sangat ingin melanjutkan kemitraan kami dan memastikan keberhasilan program MH-139A," kata Clyde Woltman, Kepala Eksekutif Leonardo Helicopters US.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China berhasil kembangbiakkan ikan langka ‘sturgeon’ china generasi ketiga secara buatan
Indonesia
•
29 Nov 2025

Studi ungkap Cekungan Qaidam berpotensi jadi basis energi terbarukan China
Indonesia
•
27 Mar 2023

Tim astronaut misi Shenzhou-15 China akan kembali ke Bumi pada Juni
Indonesia
•
14 Mar 2023

Perusahaan Arab Saudi dan China gelar uji coba taksi udara
Indonesia
•
15 Jun 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
