
Ikon budaya pop asal China Labubu tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026

Maskot Labubu, boneka berbulu populer dari perusahaan mainan China Pop Mart, tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City Stadium di Mexico City, Meksiko, pada 11 Juni 2026. (Xinhua/Francisco Canedo)
Mexico City, Meksiko (Xinhua/Indonesia Window) – Di tengah pertunjukan musik, perayaan, dan demam sepak bola yang menandai pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 pada Kamis (11/6), sosok familier asal China menarik perhatian para penggemar di seluruh dunia.
Labubu, karakter paling terkenal dari waralaba The Monsters milik Pop Mart, tampil sebagai tamu istimewa dalam upacara pembukaan turnamen tersebut, menjadikannya sebagai kekayaan intelektual (intellectual property/IP) orisinal pertama asal China yang berpartisipasi dalam perayaan pembukaan Piala Dunia FIFA.
Mengenakan jersei sepak bola, dua karakter Labubu ikut serta dalam kemeriahan tersebut dan berbagi kegembiraan dalam menyambut ajang sepak bola terbesar bersama para penonton dari seluruh penjuru dunia.
Dengan sembilan gigi dan telinga runcing yang khas, Labubu merupakan anggota utama dari The Monsters, sekelompok makhluk yang menyerupai peri (elf). Sejak diciptakan pada 2015, karakter tersebut berkembang dari sekadar mainan desainer (designer toy) menjadi salah satu merek budaya China paling dikenal di seluruh dunia.
Menjelang turnamen itu, Labubu terlibat dalam serangkaian kolaborasi yang berkaitan dengan Piala Dunia. Koleksi kolaborasi merek yang terinspirasi oleh turnamen tersebut diluncurkan pada April lalu, sementara Labubu muncul dalam video musik resmi untuk lagu tema Piala Dunia pada Mei, menjadikannya sebagai merek mainan desainer pertama yang tampil dalam video musik resmi Piala Dunia FIFA.
Ajang Piala Dunia juga menandai kunjungan pertama Labubu ke Meksiko. Selama persiapan untuk upacara pembukaan, karakter tersebut menjelajahi berbagai tempat ikonik dan pasar lokal, mencicipi kuliner tradisional Meksiko, serta berinteraksi dengan penduduk setempat dan para pengunjung.
Popularitas Labubu yang terus meningkat terjadi bersamaan dengan ekspansi internasional Pop Mart yang lebih luas. Hingga akhir 2025, perusahaan tersebut telah mengoperasikan 64 gerai di benua Amerika, termasuk gerai pertamanya di Kanada, seiring dengan Pop Mart yang terus memperkuat kehadirannya di luar negeri.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga Gaza siapkan makanan gratis untuk pengungsi dan warga miskin di tengah krisis
Indonesia
•
13 Nov 2023

29 warga tewas, 16 lainnya hilang dalam bencana akibat hujan lebat di Hebei, China
Indonesia
•
11 Aug 2023

Studi: Isolasi sosial atau kesepian berkepanjangan percepat penurunan kognitif
Indonesia
•
16 Jul 2024

Perubahan iklim sebabkan kerugian panen gandum bagi petani Gaza
Indonesia
•
06 Jun 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
