
Ilmuwan China rancang masker yang mampu deteksi virus dalam 10 menit

Seorang pria yang mengenakan masker berolahraga di Victoria Park di Hong Kong, China selatan, pada 8 Maret 2022. (Xinhua/Lo Ping Fai)
Masker pendeteksi virus buatan ilmuwan China mampu mampu mendeteksi virus penyakit pernapasan umum, termasuk influenza dan virus corona, di udara dalam bentuk percikan atau aerosol, dan kemudian memperingatkan orang yang mengenakannya melalui perangkat seluler mereka.
Beijing, China (Xinhua) – Sekelompok ilmuwan China telah mengembangkan sebuah masker yang mampu mendeteksi paparan virus dari percakapan selama 10 menit dengan orang yang terinfeksi.Patogen pernapasan yang menyebabkan COVID-19 dan influenza menyebar melalui percikan (droplet) kecil dan aerosol yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi ketika mereka berbicara, batuk, dan bersin.Masker bioelektronik yang dapat dikenakan (wearable) itu, yang dirancang oleh para peneliti dari Universitas Tongji, mampu mendeteksi virus penyakit pernapasan umum, termasuk influenza dan virus corona, di udara dalam bentuk percikan atau aerosol, dan kemudian memperingatkan orang yang mengenakannya melalui perangkat seluler mereka.Masker yang sangat sensitif itu mampu mengukur sampel cairan tingkat telusur sebesar 0,3 mikroliter dan sampel gas pada konsentrasi sangat rendah 0,1 femtogram per mililiter, menurut penelitian yang diterbitkan pada pekan ini di jurnal Matter.Patokan deteksi untuk cairan yang mengandung protein virus dalam ruang tertutup adalah "sekitar 70 hingga 560 kali lebih sedikit daripada volume cairan yang dihasilkan dalam satu kali bersin dan jauh lebih sedikit daripada volume yang dihasilkan oleh batuk atau berbicara," kata Fang Yin, penulis korespondensi makalah itu yang juga seorang profesor di Universitas Tongji.Tim Fang merancang sebuah sensor kecil yang membawa tiga jenis molekul sintetis yang secara bersamaan mampu mengenali protein permukaan pada SARS-CoV-2, H5N1, dan H1N1.Begitu molekul-molekul tersebut terikat pada protein target, sebuah transistor ion-gated yang terintegrasi ke dalam masker akan memperkuat sinyal dan memperingatkan si pengguna masker, papar penelitian tersebut.Para perancang masker pendeteksi virus tersebut mengatakan mereka bisa dengan mudah memperbarui perangkat yang dapat dikenakan itu untuk mendeteksi virus pernapasan baru.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China tawarkan cara baru ungkap karakteristik galaksi-galaksi pertama
Indonesia
•
11 Jul 2023

Makin banyak makan gula, daya ingat makin menurun
Indonesia
•
20 May 2026

Sarkofagus era Romawi kedua ditemukan di situs permakaman di Gaza
Indonesia
•
17 Jul 2023

Teleskop FAST China temukan bukti keberadaan gelombang gravitasi nanohertz
Indonesia
•
05 Jul 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
