Pejabat UE: Eropa perlu dukung migran agar tetap kompetitif

Para calon migran berdiri di sisi Maroko dari pagar yang memisahkan antara daerah kantong Spanyol dan Maroko di Fnideq, Maroko, pada 18 Mei 2021. (Xinhua)
Imigrasi legal ke UE perlu ditingkatkan sekitar 1 juta orang per tahun pada tahun-tahun mendatang guna mengisi kekosongan tenaga kerja yang terus menyusut karena penurunan angka kelahiran.
Athena, Yunani (Xinhua) – Eropa membutuhkan para migran agar tetap kompetitif, kata Dubravka Suica, Wakil Presiden Demokrasi dan Kependudukan Komisi Eropa, dalam sebuah forum tentang krisis demografi yang diadakan di Athena, Yunani, pada Jumat (19/1).Menghadapi penurunan angka kelahiran, negara-negara anggota Uni Eropa (UE) perlu mempertimbangkan angka-angka demografis untuk merencanakan setiap kebijakan ekonomi dan berinvestasi pada sumber daya manusia, termasuk imigran legal, agar tetap kompetitif, ujar Suica.Populasi warga berusia 65 tahun ke atas di UE akan meningkat secara signifikan, dari 90,5 juta orang pada awal 2019 menjadi 129,8 juta orang pada 2050. Sementara itu, pada saat yang sama, populasi warga berusia di bawah 55 tahun yang tinggal di UE akan menurun 13,5 persen per 2050 mendatang, menurut proyeksi Eurostat, badan statistik UE.
Foto yang diabadikan pada 21 November 2023 ini menunjukkan para migran di pusat penerimaan migran di pulau paling selatan Italia, Lampedusa. (Xinhua/He Fei)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

AS luncurkan program keadilan vaksin cacar monyet
Indonesia
•
16 Sep 2022

COVID-19 – OKI kutuk kremasi jenazah Muslim yang terinfeksi di Sri Lanka
Indonesia
•
06 Nov 2020

Resor ski indoor terbesar di dunia dibuka di Shanghai, China
Indonesia
•
08 Sep 2024

Perguruan tinggi panda raksasa pertama di China mulai terima mahasiswa
Indonesia
•
08 Jul 2024
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
