
China lanjutkan kerja sama penguatan lingkungan penelitian ilmiah internasional

Foto yang diabadikan pada 26 Mei 2023 ini menunjukkan robot bionik humanoid berukuran penuh yang ditampilkan di pusat pameran Zona Demonstrasi Inovasi Independen Nasional Zhongguancun di Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Zhang Chenlin)
Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII) edisi 2023 yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization/WIPO) menunjukkan, China saat ini memiliki 24 klaster iptek, meningkat dari 21 klaster pada tahun lalu dan menjadikan China sebagai negara dengan jumlah klaster iptek terbesar.
Beijing, China (Xinhua) – China akan melanjutkan kerja sama dengan negara lain dan organisasi internasional untuk memperkuat pembangunan lingkungan penelitian ilmiah internasional, kata seorang pejabat Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada Kamis (21/9).China siap berpartisipasi dalam mengatasi tantangan besar global dan memperkuat penerapan, pengelolaan dan perlindungan hak kekayaan intelektual, serta inovasi terkait, kata Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Zhang Guangjun via pidato video di pertemuan meja bundar tingkat tinggi terkait klaster ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) teratas pada 2023.Menurut Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII) edisi 2023 yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization/WIPO), China saat ini memiliki 24 klaster iptek, meningkat dari 21 klaster pada tahun lalu dan menjadikan China sebagai negara dengan jumlah klaster iptek terbesar.Klaster iptek dibentuk melalui analisis aktivitas pengajuan paten dan publikasi artikel ilmiah, yang mendokumentasikan wilayah geografis di seluruh dunia dengan kepadatan penemu dan penulis ilmiah tertinggi, menurut WIPO.GII memberi peringkat pada kapasitas inovatif tingkat tertatas di berbagai negara dan perekonomian di seluruh dunia setiap tahunnya, dan pemeringkatan klaster iptek mengidentifikasi konsentrasi lokal dari aktivitas iptek terkemuka di dunia.China telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam hal inovasi sejak bergabung dengan GII pada 2013 dengan peringkat awal di urutan ke-35. Setiap tahun sejak itu, peringkat China terus naik. Pada 2020, 2021, dan 2022, China masing-masing berada di peringkat ke-14, ke-12, dan ke-11, yang menunjukkan tren peningkatan berkelanjutan dalam inovasi global.China telah menjalin kerja sama iptek dengan lebih dari 160 negara dan kawasan. Total belanja negara itu untuk penelitian dan pengembangan (litbang) mencapai lebih dari 3 triliun yuan pada 2022, naik 10,1 persen secara tahunan.*1 yuan = 2.109 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Populasi langur kepala putih yang terancam punah di China meningkat jadi 1.400
Indonesia
•
27 Feb 2023

China luncurkan atlas pertama di dunia berisi data pengindraan jauh cahaya malam hari perkotaan
Indonesia
•
08 Sep 2023

Ilmuwan China rampungkan eksperimen enkripsi kuantum berbasis ‘drone’ pertama di dunia
Indonesia
•
21 Nov 2024

Haji1441 - Layanan Robot Fatwa bagi jamaah tingkatkan protokol kesehatan
Indonesia
•
30 Jul 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
