
Indonesia dan UEA luncurkan Mangrove Alliance for Climate di COP27

Foto dari udara yang diabadikan pada 22 Agustus 2022 ini menunjukkan kawanan burung di Cagar Alam Bakau Shankou di wilayah Hepu yang terletak di Kota Beihai, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. Cagar Alam Bakau Shankou, sebuah cagar alam lahan basah yang melindungi ekosistem hutan bakau, telah ditetapkan sebagai lahan basah yang penting secara internasional di China. (Xinhua/Zhang Ailin)
Mangrove Alliance for Climate berupaya meningkatkan kesadaran tentang peran bakau sebagai solusi perubahan iklim berbasis alam, dan, melalui para anggotanya, akan bekerja untuk memperluas dan merehabilitasi hutan bakau secara global.
Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat untuk meluncurkan Mangrove Alliance for Climate (MAC) dan situs jejaringnya, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Mariam binti Mohammed Almheiri mengumumkan pada Selasa (8/11).Dipimpin oleh UEA dan Indonesia, inisiatif ini berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat konservasi dan restorasi ekosistem mangrove (bakau) untuk kepentingan masyarakat di seluruh dunia.Pengumuman tersebut berlangsung pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP27) ke-27 di Sharm el-Sheikh, Mesir.Lima negara lain, yakni India, Sri Lanka, Australia, Jepang, dan Spanyol, telah bergabung dengan aliansi tersebut.MAC berupaya meningkatkan kesadaran tentang peran bakau sebagai solusi perubahan iklim berbasis alam, dan, melalui para anggotanya, akan bekerja untuk memperluas dan merehabilitasi hutan bakau secara global.Hutan bakau adalah salah satu ekosistem yang paling produktif dan penting secara ekologis di bumi. Ekosistem bakau menawarkan manfaat tambahan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang signifikan, karena menyimpan karbon hingga 400 persen lebih cepat daripada hutan hujan tropis berbasis lahan. Selain itu, hutan bakau juga melindungi pantai dari kenaikan permukaan laut, erosi, dan gelombang badai, serta menyediakan tempat berkembang biak bagi keanekaragaman hayati laut. Sekitar 80 persen populasi ikan dunia bergantung pada ekosistem mangrove yang sehat.“Meningkatkan ketergantungan pada solusi berbasis alam merupakan elemen integral dari aksi iklim UEA di tingkat domestik maupun internasional, oleh karena itu, kami berusaha untuk memperluas tutupan bakau kami. Di COP26, kami mempresentasikan target ambisius kami untuk menanam 100 juta pohon bakau pada tahun 2030,” kata Almheiri.“Kami senang meluncurkan MAC bersama-sama dengan Indonesia, dan yakin bahwa upaya ini akan sangat membantu dalam mendorong aksi iklim kolektif dan merehabilitasi ekosistem karbon biru,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa UEA akan menanam tiga juta bakau dalam dua bulan ke depan.Pada upacara peluncuran MAC, situs jejaring yang menampilkan tujuan aliansi, mekanisme kerja, dan formulir janji untuk anggota, ditayangkan.MAC akan mengikuti pendekatan sukarela. Anggota dapat menentukan komitmen mereka sendiri terhadap penanaman dan pemulihan hutan bakau, mempromosikan kerja sama multilateral, dan berbagi pengetahuan. Sementara itu, aliansi akan mendukung proyek mereka di bidang penelitian bakau, pengelolaan, dan perlindungan wilayah pesisir, dan mendidik masyarakat tentang mitigasi perubahan iklim dan adaptasi.Secara kolektif, para anggota akan menunjukkan dedikasi mereka untuk memaksimalkan potensi solusi berbasis alam melalui penanaman mangrove dan kampanye konservasi, meningkatkan kemampuan mitigasi perubahan iklim mangrove melalui penelitian dan inovasi, serta berkontribusi pada konservasi mangrove di seluruh dunia melalui studi ilmiah dan sosial-ekonomi. Para anggota juga melibatkan masyarakat dan sektor swasta dalam penanaman bakau untuk memperluas ekosistem karbon biru, dan meningkatkan upaya bersama guna memajukan agenda iklim global.Mangrove Alliance for Climate akan menampilkan beberapa platform interaktif, termasuk pertemuan tahunan untuk melacak kemajuan dalam mengimplementasikan tujuannya, mendorong kerja sama antaranggota, dan menyetujui laporan tahunan.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Menjadi ‘Panglima Diplomasi’ di kancah internasional
Indonesia
•
19 Jan 2024

Menag: Pandangan ulama Al-Azhar cocok dengan masyarakat Indonesia
Indonesia
•
04 Mar 2025

Ustadz Yassir: Ilmu yang paling besar adalah kesabaran
Indonesia
•
09 Oct 2023

UE sepakati larangan mobil dan van baru bermesin pembakaran pada 2035
Indonesia
•
29 Oct 2022


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
