
Investasi aset tetap China naik 5,3 persen dalam 11 bulan pertama 2022

Seorang pekerja terlihat di lokasi pembangunan sebuah area permukiman di Haikou, Provinsi Hainan, China selatan, pada 2 September 2022. (Xinhua/Yang Guanyu)
Investasi aset tetap China meningkat dalam 11 bulan pertama 2022, mencapai 52 triliun yuan, naik 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan investasi di bidang infrastruktur terus berkembang.
Beijing, China (Xinhua) – Investasi aset tetap China meningkat dalam 11 bulan pertama 2022, dengan investasi di bidang infrastruktur terus berkembang, tunjuk data dari Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) pada Kamis (15/12).Investasi aset tetap dari Januari hingga November mencapai 52 triliun yuan, naik 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), kata biro tersebut dalam sebuah pernyataan.Namun, pertumbuhan melambat dari kenaikan 5,8 persen yang tercatat dalam 10 bulan pertama tahun ini.Pertumbuhan yang stabil dalam investasi dapat dipertahankan seiring peningkatan upaya oleh negara untuk menerapkan kebijakan propertumbuhan, sepenuhnya memanfaatkan instrumen keuangan berbasis kebijakan dan pembangunan, dan memberikan dukungan yang lebih besar kepada ekonomi swasta, kata kepala ahli statistik NBS Luo Yifei saat mengomentari data tersebut.Dari Januari hingga November, investasi aset tetap dari sektor swasta naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya menjadi 28,41 triliun yuan.Secara khusus, didorong oleh kebijakan proinvestasi untuk meningkatkan infrastruktur, investasi di sektor ini naik 8,9 persen (yoy) pada periode Januari-November, naik 0,2 poin persentase dibandingkan 10 bulan pertama.Investasi dalam industri teknologi tinggi juga mengalami pertumbuhan luar biasa pada periode yang sama, dengan investasi di sektor manufaktur teknologi tinggi dan layanan teknologi tinggi tumbuh masing-masing sebesar 23 persen dan 13,2 persen yoy, tunjuk data tersebut.China mengambil sejumlah langkah untuk menggenjot investasi pada tahun ini. Misalnya, pemerintah daerah secara nasional mempercepat penggunaan obligasi tujuan khusus untuk mengatalisasi investasi.Data terbaru menunjukkan bahwa total obligasi tujuan khusus senilai 3,52 triliun yuan telah dialokasikan per akhir Agustus, dengan obligasi yang diterbitkan untuk konstruksi proyek hampir mencapai kuota tahunan.*1 yuan = 2.244 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

India: Impor minyak Rusia adalah bagian dari strategi manajemen inflasi
Indonesia
•
09 Sep 2022

Survei: Optimisme konsumen pada kondisi ekonomi meningkat
Indonesia
•
11 May 2022

Pembebasan pajak pembelian NEV China meningkat dua kali lipat pada 2022
Indonesia
•
14 Jan 2023

GSMA sebut perusahaan China penting bagi ekosistem industri seluler
Indonesia
•
04 Mar 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
