
Wanxinda dari China investasikan Rp1 triliun di Kawasan Industri Terpadu Batang

Direktur PT Wanxinda Green Travel Industry Development Chi Jinling dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan berfoto bersama usai penandatanganan komitmen investasi di Jakarta pada Selasa (21/11). (Sumber: Dokumentasi PT KITB).
Investasi Wanxinda di Indonesia merupakan tindak lanjut kerja sama ‘Dua Negara, Taman Kembar’ antara Indonesia dan China yang ditandatangani pada 14 Juli 2021 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Jakarta (Xinhua) – Perusahaan asal China, Wanxinda, akan berinvestasi sebesar 1 triliun rupiah di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Provinsi Jawa Tengah. Investasi untuk pembangunan pabrik tersebut diperkirakan dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja bagi masyarakat setempat.Komitmen investasi itu dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) oleh dua anak perusahaan dari Wanxinda Group, yakni PT Wanxinda Green Travel Industry Development dan PT Wanxinda Batang Industry Land Investment, dengan KITB di Jakarta pada Selasa (21/11).Wanxinda akan memanfaatkan lahan seluas 98 hektare di KITB untuk pembangunan pabrik. Proses pematangan lahan, persiapan infrastruktur, hingga operasionalnya juga akan dikerjakan dengan menggandeng perusahaan setempat.Direktur Utama PT KITB Ngurah Wirawan mengatakan investasi dari Wanxinda membuktikan kepercayaan investor asing kepada Indonesia, khususnya KITB yang menjadi magnet kuat bagi aliran modal asing.Penandatanganan komitmen investasi tersebut juga disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi. Danareksa merupakan induk usaha dari PT KITB."Nilai investasi ini besar sekali mencapai Rp1 triliun dan berpotensi menciptakan lapangan kerja hingga 200.000 orang, khususnya bagi masyarakat Provinsi Jawa Tengah dan sekitarnya," kata Yadi Jaya Ruchandi saat acara penandatanganan tersebut pada Selasa pagi.Perwakilan Wanxinda menyampaikan alasan ketertarikannya untuk berinvestasi di KITB, antara lain karena lokasi strategis berada di Pulau Jawa, memiliki jalur logistik dengan banyak akses yang terintegrasi, memiliki konsep kawasan modern dan pintar melalui digitalisasi operasional kawasan, serta pengembangan kawasan yang memperhatikan konsep keberlanjutan.Wanxinda memiliki beberapa segmen bisnis di China, seperti teknologi informasi dan media, produksi aksesori untuk program teknologi, serta manufaktur travel goods. Selain di Indonesia, Wanxinda memiliki pabrik di China dan Myanmar.Investasi Wanxinda di Indonesia merupakan tindak lanjut kerja sama ‘Dua Negara, Taman Kembar’ antara Indonesia dan China yang ditandatangani pada 14 Juli 2021 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Kemudian, pada Mei lalu, Wanxinda menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan KITB terkait proyek yang sama di Semarang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden tegaskan Golden Visa untuk mudahkan WNA berinvestasi di Indonesia
Indonesia
•
28 Jul 2024

COVID-19 – Empat obat dapat izin untuk terapi infeksi virus di Indonesia
Indonesia
•
30 Jun 2022

Menlu: Semua Persiapan KTT ke-42 ASEAN sudah di jalur yang tepat
Indonesia
•
27 Apr 2023

Indonesia buka kantor konsul kehormatan pertama di Federasi St. Kitts dan Nevis
Indonesia
•
20 Sep 2019


Berita Terbaru

Indonesia jajaki kerja sama AI pertanian dengan Guangxi, China
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kedubes Iran kecam AS, Israel atas serangan yang tewaskan 175 siswi tak berdosa
Indonesia
•
15 Mar 2026

Ramadan 1447H – Ketua Al-Bahjah Bogor: Perkuat aqidah, AI tantangan serius generasi muda Islam
Indonesia
•
14 Mar 2026

Presiden Prabowo serahkan lahan 90 ribu hektare di Sumatra untuk konservasi gajah
Indonesia
•
13 Mar 2026
