
Rusia sesalkan keputusan DK PBB terkait investigasi ledakan Nord Stream

Bendera nasional Rusia berkibar di Kremlin di Moskow, Rusia, pada 6 Januari 2023. (Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)
Investigasi atas kebocoran Nord Stream yang meledak pada September 2022, telah diusulkan oleh Rusia, namun ditolak oleh Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Moskow, Rusia (Xinhua) – Kremlin pada Selasa (28/3) menyesalkan keputusan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menolak permintaan Rusia terkait investigasi independen atas ledakan pipa Nord Stream."Kami percaya semua orang seharusnya tertarik pada investigasi objektif yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan, semua orang, yang dapat menjelaskan siapa pemberi perintah dan pelaksana aksi teroris ini. Kami menganggap ini sangat penting," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov sebagaimana dikutip media setempat.Moskow sangat menyesalkan inisiatifnya tidak disetujui, ujar Peskov, menambahkan bahwa Rusia "akan melakukan apa pun dalam kuasanya untuk ... memulai investigasi internasional tersebut."DK PBB pada Senin (27/3) menolak draf resolusi Rusia yang meminta investigasi independen internasional atas ledakan pipa gas Nord Stream tahun lalu.Pada September 2022, serangkaian pengeboman yang disusul oleh kebocoran gas di bawah air terjadi di jalur pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2. Sejak itu, masyarakat internasional berusaha menemukan pelaku dan dalang di balik serangan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Majelis Kesehatan Dunia kembali tolak proposal terkait Taiwan
Indonesia
•
20 May 2025

Berselisih dengan von der Leyen, Komisioner Eropa Thierry Breton mundur dari jabatan
Indonesia
•
18 Sep 2024

Foreign Policy: Pasokan bom tandan AS ke Ukraina tunjukkan keterbatasan liberalisme
Indonesia
•
22 Jul 2023

AS akan kirim senjata ke Ukraina via NATO, ancam ‘tarif berat’ terhadap Rusia
Indonesia
•
15 Jul 2025


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
