
Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei berbicara dalam konferensi pers pekanan di Teheran, Iran, pada 23 Juni 2026. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Rabu (24/6) menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) agar berhenti membuat interpretasi yang "sepenuhnya bertentangan" dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian antara Iran dan AS yang baru-baru ini ditandatangani.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, mengecam pernyataan-pernyataan "kontradiktif" yang dilontarkan oleh para pejabat AS terkait ketentuan-ketentuan dalam MoU tersebut.
Dia mengatakan bahwa pernyataan tentang mengakhiri perang tidak akan membantu mengurangi "ketidakpercayaan yang terakumulasi" di kalangan masyarakat Iran dan hanya akan berfungsi sebagai pengingat akan pelanggaran janji-janji di masa lalu.
Baghaei menekankan bahwa pemerintah AS tidak pernah menunjukkan ketulusan dalam perilakunya terhadap bangsa Iran, seraya menambahkan bahwa, meskipun memiliki alasan untuk tidak memercayainya, Iran memasuki proses diplomatik dengan AS dengan iktikad baik dan menandatangani MoU tersebut.
Rakyat Iran tahu bahwa kebencian "musuh" tidak akan berakhir dengan penandatanganan MoU, mengingat apa yang mereka alami dalam lima dekade terakhir, terutama perkembangan dalam 18 bulan sebelumnya, katanya.
Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani MoU untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk Lebanon.
Berdasarkan MoU tersebut, kedua negara sepakat melakukan negosiasi selama 60 hari, yang saat ini sedang berlangsung, menuju kesepakatan akhir yang terutama berkaitan dengan program nuklir Iran dan pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

80 kandidat mendaftar untuk bersaing dalam pilpres Iran
Indonesia
•
05 Jun 2024

Fokus Berita – Asosiasi mobil Jerman tolak kebijakan antisubsidi yang bidik kendaraan listrik China di UE
Indonesia
•
18 Apr 2024

China desak Jepang berhenti gembar-gemborkan narasi "ancaman China"
Indonesia
•
09 Dec 2023

Perkuat sistem antidoping global, WADA setujui daftar larangan baru
Indonesia
•
14 Sep 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
