
China desak Jepang berhenti gembar-gemborkan narasi "ancaman China"

Presiden China Xi Jinping melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di San Francisco, Amerika Serikat, pada 16 November 2023. (Xinhua/Wang Ye)
Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah laporan baru-baru ini mengeklaim bahwa China telah meningkatkan persenjataannya dan bahwa konfrontasi di masa depan antara China, Rusia, dan Amerika Serikat akan semakin intens.
Beijing, China (Xinhua) – China mendesak Jepang untuk berhenti menggembar-gemborkan narasi "ancaman China" dan menahan diri untuk tidak mencari alasan untuk ekspansi militer, kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Kamis (7/12), seraya meminta pihak Jepang untuk meraih kepercayaan dari negara-negara tetangganya di Asia dan masyarakat internasional yang lebih luas melalui tindakan nyata.Wang menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers ketika diminta untuk mengomentari laporan yang baru-baru ini dirilis oleh sebuah wadah pemikir dari Kementerian Pertahanan Jepang, yang mengeklaim bahwa China telah meningkatkan persenjataannya dan bahwa konfrontasi di masa depan antara China, Rusia, dan Amerika Serikat akan semakin intens. Laporan tersebut juga mengklaim bahwa pihak Jepang perlu memperkuat kemampuan pertahanannya guna mencegah China mengubah status quo di Selat Taiwan.Seraya menyatakan bahwa China berkomitmen pada jalur pembangunan damai dan bahwa masalah Taiwan adalah murni urusan internal China yang tidak membutuhkan interferensi eksternal, Wang mengatakan bahwa laporan wadah pemikir tersebut membuat komentar yang sembrono mengenai urusan internal China, modernisasi militer, serta hubungan China dengan negara-negara lain, dan bahwa komentar-komentar tersebut tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima.Wang menekankan bahwa karena alasan historis, kegiatan militer dan keamanan Jepang diawasi secara ketat oleh negara-negara tetangganya di Asia dan masyarakat internasional. Peningkatan belanja pertahanan dan upaya pengembangan senjata ofensif di Jepang dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan kekhawatiran signifikan di antara negara-negara tetangganya dan masyarakat internasional, imbuhnya."Kami mendesak Jepang untuk dengan sungguh-sungguh menghormati kekhawatiran negara-negara tetangga mengenai keamanan, melakukan refleksi mendalam tentang sejarah agresinya, berhenti menggembar-gemborkan narasi 'ancaman China' untuk mencari alasan untuk ekspansi militer, serta meraih kepercayaan dari negara-negara tetangganya di Asia dan masyarakat internasional yang lebih luas melalui tindakan nyata," ujar Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1443 – Pendaftaran jamaah haji domestik Saudi dimulai 3 Juni
Indonesia
•
03 Jun 2022

COVID-19 – Arab Saudi izinkan Pfizer untuk vaksinasi anak usia 12-18 tahun
Indonesia
•
28 Jun 2021

Suriah kecam bom mobil maut di Manbij, bersumpah akan hukum pelaku
Indonesia
•
05 Feb 2025

Abaikan keberatan pihak Okinawa, pemerintah Jepang izinkan pemindahan pangkalan AS
Indonesia
•
30 Dec 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
