
Lebih dari 210.000 orang di Iran berobat akibat polusi udara dalam 10 hari

Foto yang diambil pada 16 Desember 2018 ini menunjukkan pemandangan Menara Milad yang diselimuti kabut asap di Teheran, Iran. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Iran menghadapi kualitas udara yang semakin memburuk selama dua pekan terakhir, dengan indeks kualitas udara tercatat di atas 150, level yang dianggap tidak sehat bagi semua kelompok masyarakat.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 210.000 orang yang mengalami gangguan jantung dan pernapasan mencari perawatan darurat di Iran pada periode 22 November hingga 1 Desember, saat tingkat polusi udara melonjak di beberapa kota, lapor kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Rabu (3/12).Jumlah pasien terbanyak tercatat di provinsi Teheran, Khorasan Razavi, Khuzestan, dan Alborz, menjadi "peringatan serius bagi kelompok rentan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan," ujar Jafar Miadfar, kepala Organisasi Layanan Medis Darurat (Emergency Medical Services Organization) Iran, sebagaimana dikutip IRNA.Miadfar memperingatkan bahwa jika tingkat polusi tetap tinggi, angka rawat inap dan kasus penyakit kardiovaskular serta pernapasan akan terus meningkat, terutama di kalangan orang dewasa yang lebih tua, anak-anak, dan individu dengan kondisi kesehatan kronis.Warga di sejumlah kota besar di Iran telah menghadapi kualitas udara yang semakin memburuk selama dua pekan terakhir, dengan indeks kualitas udara tercatat di atas 150, level yang dianggap tidak sehat bagi semua kelompok masyarakat.Demi membatasi risiko kesehatan dan mengurangi polusi, pihak otoritas pada saat-saat tetap menutup sekolah dan universitas, mengizinkan aktivitas bekerja dari rumah, dan memberlakukan pembatasan lalu lintas di area-area dengan tingkat polusi terparah.Kualitas udara di kota-kota besar dan padat di Iran kerap menurun pada bulan-bulan yang lebih dingin, terutama saat frekuensi angin dan hujan rendah. Inversi suhu menjebak udara yang tercemar di dekat permukaan tanah, sementara emisi dari kendaraan tua dan beberapa pabrik industri memperparah masalah tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB: Target untuk capai nol kelaparan di dunia "sudah keluar jalur"
Indonesia
•
27 Jul 2024

Sekjen PBB sebut polusi udara sebagai keadaan "darurat global"
Indonesia
•
09 Sep 2023

Qatar Charity selesaikan pembangunan rumah sakit gratis di Bogor
Indonesia
•
28 Feb 2020

Al-Sudais luncurkan akun Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Indonesia
•
18 Aug 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
