
Remaja yang mulai konsumsi miras hadapi risiko kecanduan berat

Ilustrasi. (Sean Bernstein on Unsplash)
Remaja yang mengonsumsi alkohol sejak usia 12 tahun akan lebih cenderung terlibat dalam kebiasaan mabuk berat dan penyalahgunaan alkohol secara berulang.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Remaja yang memulai kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras) atau minuman beralkohol sejak usia 12 tahun akan menghadapi risiko bahaya terkait alkohol yang jauh lebih tinggi ketika beranjak dewasa, ungkap sebuah hasil studi baru jangka panjang di Australia.Studi yang dipimpin oleh Pusat Penelitian Narkoba dan Alkohol Nasional (National Drug and Alcohol Research Center/NDARC) Australia di Universitas New South Wales ini memantau pola penggunaan alkohol pada lebih dari 900 remaja Australia setiap tahunnya dalam kurun 10 tahun, menurut pernyataan NDARC yang dirilis pada Selasa (14/10).Semakin dini seorang remaja mulai mengonsumsi alkohol sebelum batas usia minimum yang sah, yakni 18 tahun, semakin tinggi pula risikonya untuk menjadi peminum berat di kemudian hari dan mengalami bahaya terkait alkohol ketika memasuki usia dewasa, papar laporan itu.Studi ini menunjukkan bahwa remaja yang mulai mengonsumsi alkohol sejak usia 12 tahun akan lebih cenderung terlibat dalam kebiasaan mabuk berat dan penyalahgunaan alkohol secara berulang dibandingkan dengan mereka yang mulai mengonsumsi minuman beralkohol pada usia 18 tahun.Para remaja yang memulai lebih awal ini memiliki kemungkinan 24 persen lebih besar untuk dilaporkan mengalami mabuk berat secara berulang setiap bulannya saat berusia 20 tahun, misalnya mengonsumsi paling sedikit empat minuman standar dalam satu kesempatan, dan 73 persen lebih berisiko mengalami bahaya terkait alkohol dibandingkan mereka yang baru mulai mengonsumsi miras di usia 18 tahun, papar studi itu.Kelompok peminum dini ini juga memiliki risiko lebih besar mengalami ketergantungan alkohol, penyalahgunaan alkohol, dan gangguan penggunaan alkohol, urai studi tersebut, yang telah diterbitkan dalam jurnal Addiction."Temuan kami mendukung pedoman saat ini yang merekomendasikan agar remaja sebisa mungkin menghindari konsumsi minuman beralkohol sebelum memasuki usia dewasa. Temuan ini juga memperkuat perlunya intervensi kesehatan masyarakat yang menargetkan baik anak-anak maupun orangtua," kata Wakil Direktur NDARC Amy Peacock, yang merupakan penulis senior dalam studi tersebut.Berkebalikan dengan anggapan umum bahwa hanya sesekali saja menyeruput atau mencicipi minuman beralkohol di bawah pengawasan orangtua tidaklah berbahaya, studi ini menemukan peningkatan risiko bahaya terkait alkohol, berapa pun jumlah yang dikonsumsi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Baznas targetkan pengumpulan zakat nasional 2022 capai 26 triliun rupiah
Indonesia
•
05 Jan 2022

Jerman catat rekor tahun terpanasnya dalam sejarah
Indonesia
•
31 Dec 2022

Rangkuman – Hari ke-12 Milan-Cortina 2026: China sabet 2 emas di arena salju, Klaebo tambah rekor jadi 10 emas
Indonesia
•
19 Feb 2026

Survei ungkap 80 persen lebih responden khawatir tentang potensi dampak penurunan tingkat kelahiran di Jepang
Indonesia
•
12 Jun 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
