
Israel tolak permintaan mediator untuk izinkan militan Hamas keluar dari terowongan bawah tanah Gaza

Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 17 Desember 2023 ini menunjukkan tentara Israel sedang memeriksa sistem terowongan bawah tanah besar milik Hamas yang ditemukan di Jalur Gaza. (Xinhua)
Israel menolak permintaan mediator untuk mengizinkan sekitar 200 militan keluar dengan aman dari terowongan bawah tanah di Gaza selatan dan kembali ke daerah yang tidak dikuasai militer Israel.
Yerusalem/Gaza, Wilayah Palestina yang diduduki/Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Israel menolak permintaan mediator untuk mengizinkan sekitar 200 militan keluar dengan aman dari terowongan bawah tanah di Gaza selatan dan kembali ke daerah yang tidak dikuasai militer Israel. Demikian ucap seorang pejabat pemerintah Israel, pada Senin (3/11).Para militan, yang bersembunyi di sebuah terowongan di Rafah, di belakang "garis kuning" yang menandai zona penarikan tentara Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata saat ini, "harus menyerah dan dipenjara atau dibunuh," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya itu kepada XinhuaSementara itu, militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada Senin pagi, setelah mengidentifikasi sekelompok militan yang diduga melintasi "garis kuning" dan menimbulkan "ancaman langsung," pasukan Israel menyerang militan tersebut dari udara dan darat.Sejumlah sumber medis Palestina mengatakan kepada Xinhua sedikitnya dua warga Palestina tewas ketika pasukan Israel melepaskan tembakan dengan senapan mesin terhadap warga sipil di utara Rafah.Meskipun gencatan senjata berlaku efektif pada 10 Oktober, setidaknya 236 warga Palestina tewas dan 600 lainnya luka-luka akibat tembakan Israel, ungkap otoritas kesehatan Gaza pada Ahad (2/11). Otoritas tersebut menyatakan total korban tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 68.865 orang.Kantor media yang dikelola Hamas pada Senin itu menuduh Israel melakukan 194 pelanggaran gencatan senjata, dan menambahkan bahwa bantuan yang dikirim ke Gaza sejak 10 Oktober tidak melebihi 24 persen dari jumlah yang disepakati karena adanya halangan dari Israel.Pada Senin yang sama, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam tindakan Israel yang terus-menerus menghancurkan hunian dan permukiman di Gaza, dengan mengatakan bahwa operasi tersebut "merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata."Dia meminta para mediator untuk menekan Israel agar menghentikan "pelanggaran yang terus dilakukannya," termasuk pembunuhan yang terjadi hampir setiap hari, blokade yang berkelanjutan, pembatasan akses masuknya bantuan, dan penutupan gerbang perlintasan Rafah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Biden sebut kesepakatan gencatan senjata Israel-Hizbullah "dirancang untuk menjadi" permanen
Indonesia
•
28 Nov 2024

TikTok gugat Negara Bagian Montana AS soal larangan akses
Indonesia
•
25 May 2023

Twitter tak aman di bawah Elon Musk, sebut mantan kepala keamanan
Indonesia
•
30 Nov 2022

Trump tandatangani perintah eksekutif untuk ganti nama Teluk Meksiko jadi ‘Teluk Amerika’
Indonesia
•
22 Jan 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
