
Menlu Israel sebut pihaknya terbuka untuk jalin hubungan resmi dengan Suriah dan Lebanon

Pagar pembatas terlihat di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon pada 10 Maret 2025. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Israel tertarik untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Suriah dan Lebanon, tetapi tidak akan menarik diri dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki sebagai bagian dari perjanjian apa pun di masa depan.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) - Israel tertarik untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Suriah dan Lebanon, tetapi tidak akan menarik diri dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki sebagai bagian dari perjanjian apa pun di masa depan, demikian dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Sa'ar pada Senin (30/6).Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Suriah atau Lebanon dan berada dalam situasi permusuhan dengan kedua negara tersebut sejak 1948, saat Negara Israel didirikan."Israel tertarik untuk memperluas Perjanjian Abraham (Abraham Accords) serta lingkaran perdamaian dan normalisasi," kata Sa'ar dalam konferensi pers bersama di Yerusalem dengan Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger."Kami berminat untuk memasukkan negara-negara seperti Suriah dan Lebanon, tetangga kami, ke dalam lingkaran perdamaian dan normalisasi, sambil menjaga kepentingan esensial dan keamanan Israel," ujarnya."Dalam perjanjian perdamaian apa pun, Dataran Tinggi Golan akan tetap menjadi bagian dari Negara Israel," tambahnya.Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Timur Tengah 1967 dan kemudian menganeksasinya, langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.
Pasukan Israel terlihat di zona penyangga di Dataran Tinggi Golan pada 15 Desember 2024. (Xinhua/Jamal Awad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi dirikan pusat kesehatan di perbatasan dengan Qatar
Indonesia
•
09 Jan 2021

COVID-19 – Peneliti: Rusia bisa capai kekebalan kawanan tahun ini
Indonesia
•
21 Aug 2021

Australia akan akui Negara Palestina pada September 2025
Indonesia
•
11 Aug 2025

Jajak pendapat cerminkan perpecahan partisan tentang demokrasi dan ekonomi di AS
Indonesia
•
16 Jan 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
