
Japan Airlines sebut akses tanpa izin kemungkinan picu kebocoran data pribadi 28.000 pengguna

Sebuah pesawat Japan Airlines terbang mendekati Bandara Brussel di Zaventem, Belgia, pada 21 Mei 2021. (Xinhua/Zheng Huansong)
Sistem reservasi untuk layanan pengiriman bagasi maskapai Japan Airlines (JAL) telah diakses secara ilegal, dan informasi pribadi 28.000 pengguna kemungkinan telah bocor.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Maskapai Japan Airlines (JAL) mengungkap bahwa sistem reservasi untuk layanan pengiriman bagasi mereka telah diakses secara ilegal, dan informasi pribadi hingga 28.000 pengguna kemungkinan telah bocor.
Maskapai penerbangan besar asal Jepang tersebut mengatakan sistem reservasi untuk Layanan Pengiriman Bagasi pada Hari yang Sama (Same-Day Luggage Delivery Service), yang mengangkut bagasi dari bandara ke hotel-hotel yang telah ditentukan, diakses tanpa izin oleh pihak ketiga pada Senin (9/2) pukul 00.40 waktu setempat.
Informasi yang mungkin bocor berkaitan dengan para pelanggan yang menggunakan layanan tersebut sejak 10 Juli 2024, dan meliputi nama, alamat surel, serta nomor telepon, tetapi tidak mencakup nomor kartu kredit dan kata sandi. Menurut JAL, detail lainnya seperti nomor penerbangan, bandara keberangkatan dan kedatangan, serta nama hotel, kemungkinan juga bocor.
JAL telah menangguhkan layanan pengiriman tersebut dan menyatakan bahwa insiden ini tidak berdampak terhadap layanan lainnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konsep Kebijakan Luar Negeri: Rusia akan tingkatkan kerja sama dengan China
Indonesia
•
02 Apr 2023

Dewan Keamanan PBB adopsi resolusi tentang perlindungan terhadap personel kemanusiaan
Indonesia
•
26 May 2024

China desak Kanada hentikan aksinya yang keliru dan tak berdasar
Indonesia
•
10 May 2023

Perusahaan China mulai konstruksi struktur utama 5 pencakar langit di New Alamein, Mesir
Indonesia
•
01 Aug 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
