
Kelompok Houthi Yaman peringatkan akan kembali serang Israel jika gencatan senjata Gaza kandas

Foto yang diabadikan di Sanaa, Yaman, pada 10 Oktober 2025 ini menunjukkan para demonstran meneriakkan berbagai slogan dalam aksi unjuk rasa untuk merayakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Houthi mengumumkan status mobilisasi umum, merekrut ratusan pejuang suku, memperketat langkah-langkah keamanan di wilayah mereka, mendirikan pos pemeriksaan tambahan, serta menahan lebih banyak personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tuduhan sebagai mata-mata untuk Israel.
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi pada Ahad (9/11) memperingatkan bahwa pihaknya akan kembali melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel jika gencatan senjata di Gaza kandas. Demikian menurut sebuah surat yang dikirim kelompok tersebut kepada gerakan Hamas Palestina.Ancaman tersebut, yang disiarkan oleh saluran TV al-Masirah kelolaan Houthi, muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat, yang berpotensi mengganggu gencatan senjata rapuh di Gaza yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), serta ketegangan baru antara Iran dan AS terkait pembicaraan nuklir yang mandek.Dalam surat tersebut, kepala staf baru Houthi, Yousif al-Madani, mengatakan kepada Hamas, "Kami tetap teguh dalam janji dan komitmen kami untuk berdiri bersama kalian, apa pun pengorbanannya."Madani ditunjuk oleh Houthi pada bulan lalu untuk menggantikan Mohammed Abdulkarim Al-Ghamari, yang tewas bersama puluhan pejabat Houthi lainnya dalam serangan udara Israel terhadap sebuah gedung di Sanaa pada Agustus lalu.Sejak konflik di Gaza meletus pada Oktober 2023, Houthi telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke arah Israel, sebagian besar di antaranya dilaporkan berhasil dicegat, hingga gencatan senjata saat ini diberlakukan pada 10 Oktober. Kelompok tersebut juga menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, menenggelamkan empat di antaranya.Pekan lalu, Houthi mengumumkan status mobilisasi umum, merekrut ratusan pejuang suku, memperketat langkah-langkah keamanan di wilayah mereka, mendirikan pos pemeriksaan tambahan, serta menahan lebih banyak personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tuduhan sebagai mata-mata untuk Israel. Houthi juga mengirim milisi tambahan ke garis depan di dekat Marib, sebuah provinsi yang kaya akan sumber daya minyak dan berada di bawah kendali pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.Perkembangan situasi ini terjadi menyusul pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disiarkan di TV pada pekan lalu. Dalam pidato tersebut, Netanyahu menyebut Houthi sebagai ancaman bagi Israel dan bahwa "upaya sedang dilakukan untuk melenyapkan kelompok tersebut."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Selandia Baru terapkan ‘lockdown’, rencana pembukaan kembali tertunda
Indonesia
•
21 Dec 2021

Trump desak Zelensky untuk segera terima rencana perdamaian
Indonesia
•
10 Dec 2025

Legislator tertinggi China serukan peningkatan pertukaran parlementer dengan ASEAN
Indonesia
•
25 Nov 2022

Presiden China Xi Jinping bertemu PM Kamboja Hun Sen
Indonesia
•
11 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
