
Fokus Berita – Korban terus bertambah di Gaza, bahkan saat mereka mencari bantuan

Warga Palestina membawa karung berisi tepung setelah bantuan kemanusiaan memasuki Gaza melalui sebuah perlintasan perbatasan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 27 Juli 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Jeda taktis sepihak saja tidak memungkinkan aliran pasokan secara kontinu yang diperlukan untuk memenuhi tingkat kebutuhan yang sangat besar di Gaza.
PBB (Xinhua) – Jumlah korban di Gaza terus bertambah, termasuk di antara warga Palestina yang mencari bantuan dan sejumlah pihak pemberi bantuan kemanusiaan, meskipun militer Israel telah menerapkan jeda taktis, seperti diungkapkan aktivis kemanusiaan PBB pada Rabu (30/7)."Kami masih melihat adanya korban jiwa di antara mereka yang mencari bantuan serta lebih banyak lagi kematian akibat kelaparan dan malnutrisi," ujar Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA). "Mitra-mitra PBB melaporkan beban kerja yang tinggi, kelelahan dan keletihan, terutama karena kurangnya makanan, di antara para pekerja di garis depan."Kantor tersebut mengatakan para pekerja sosial di fasilitas kesehatan mental dan dukungan psikososial juga terkena dampak yang sama.OCHA mengatakan bahwa meskipun kondisi untuk menyalurkan bantuan dan pasokan masih jauh dari memadai, PBB dan para mitranya memanfaatkan setiap kesempatan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan selama jeda taktis tersebut.OCHA menyebut tantangan yang mereka hadapi di perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem yang dibatasi pagar sebagai salah satu contohnya."Agar para pengemudi kami dapat mengaksesnya, pihak berwenang Israel harus menyetujui misi tersebut, menyediakan rute yang aman untuk dilalui, memberikan beberapa 'lampu hijau' untuk pergerakan, serta jeda dalam pengeboman, dan pada akhirnya, membuka gerbang besi agar kami dapat masuk," ujar OCHA.Kantor tersebut mengatakan bahwa badan dunia itu diizinkan untuk menyalurkan bahan bakar dalam jumlah terbatas ke Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem dan Zikim. Hampir setengah dari bahan bakar itu disalurkan ke Gaza utara untuk mendukung kebutuhan vital kesehatan, kebutuhan darurat, air, dan telekomunikasi.Kendati demikian, bahan bakar yang diizinkan masuk ke Gaza tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan krusial yang menyelamatkan jiwa.Gencatan senjata permanen sangatlah dibutuhkan saat ini. Jeda taktis sepihak saja tidak memungkinkan aliran pasokan secara kontinu yang diperlukan untuk memenuhi tingkat kebutuhan yang sangat besar di Gaza, kata OCHA.Kantor tersebut mengatakan PBB dan para mitranya terus mengoordinasikan pergerakan kemanusiaan di dalam Gaza dengan pihak otoritas Israel."Kemarin, tiga misi yang difasilitasi memungkinkan staf kami untuk mengambil kargo yang berisi makanan dari perlintasan Kerem Shalom dan Zikim dan memungkinkan bahan bakar dapat disalurkan di dalam Gaza," kata OCHA. "Namun, yang lainnya menghadapi hambatan, terutama keterlambatan dalam menerima lampu hijau untuk bergerak dari pihak berwenang Israel, dan satu misi harus dibatalkan."Kantor tersebut mengatakan bahwa untuk meningkatkan pengiriman bantuan agar mulai bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat besar, semua perlintasan harus dibuka; berbagai macam pasokan, baik kemanusiaan maupun komersial, diizinkan untuk masuk; pergerakan bantuan di dalam Gaza harus dijaga dan difasilitasi dengan segera; dan para pekerja bantuan diberikan akses untuk menjalankan tugas mereka.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Biden sebut Ian "berpotensi jadi badai paling mematikan dalam sejarah Florida"
Indonesia
•
30 Sep 2022

Pengadaan barang-jasa untuk sekolah berjalan secara daring
Indonesia
•
07 Aug 2020

WHO nyatakan darurat kesehatan global wabah cacar monyet
Indonesia
•
24 Jul 2022

CNN: Ohio AS buka klinik untuk warga di dekat bangkai kereta beracun
Indonesia
•
22 Feb 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
