
Sekjen PBB lihat ujian yang belum pernah terjadi terhadap multilateralisme

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (tengah, depan) berbicara dalam rapat Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Ukraina, di markas besar PBB di New York City, pada 24 Agustus 2022. (Xinhua/Xie E)
Sekjen PBB Guterres juga menyoroti konflik-konflik keji yang membahayakan jutaan nyawa manusia, memperdalam jurang kemiskinan dan ketidaksetaraan yang terus menghambat pemulihan dan pembangunan, sistem keuangan global yang merosot secara moral yang mendera negara-negara berkembang dan menghalangi jalan mereka menuju pemulihan berkelanjutan, serta darurat iklim yang secara harfiah sedang "membakar planet kita."
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (12/9) melihat adanya ujian yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap multilateralisme pada Sidang Majelis Umum PBB mendatang."Sidang mendatang akan terus menguji sistem multilateral seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Dan itu akan terus menguji kohesi dan kepercayaan di kalangan negara-negara anggota," katanya dalam rapat pleno penutupan Sidang Majelis Umum ke-76.Acara tahunan Sidang Majelis Umum PBB ke-77 dijadwalkan dibuka pada Selasa (13/9)."Jalan ke depan akan menantang dan tidak dapat diprediksi. Tetapi dengan menggunakan instrumen pertukaran kita, yaitu diplomasi, negosiasi, dan kompromi, kita dapat terus mendukung masyarakat dan komunitas di seluruh dunia. Kita dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik dan lebih damai bagi semua orang. Dan kita dapat memperbarui kepercayaan pada PBB dan sistem multilateral, yang masih menjadi harapan terbaik umat manusia," ujar Sekjen PBB Guterres.Dia menyampaikan terima kasih kepada Abdulla Shahid dari Maladewa, yang menjabat sebagai presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-76, atas visi dan kepemimpinannya."Dengan keterampilan yang luar biasa, dia memimpin majelis ini selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, membawa visi baru untuk isu-isu seperti kesetaraan gender, aksi iklim, dan perspektif unik negara-negara pulau kecil," tutur Guterres.Sekjen PBB Guterres juga menyoroti konflik-konflik keji yang membahayakan jutaan nyawa manusia, memperdalam jurang kemiskinan dan ketidaksetaraan yang terus menghambat pemulihan dan pembangunan, sistem keuangan global yang merosot secara moral yang mendera negara-negara berkembang dan menghalangi jalan mereka menuju pemulihan berkelanjutan, serta darurat iklim yang secara harfiah sedang "membakar planet kita."Sidang Majelis Umum PBB ke-76 diwarnai dengan serangkaian tantangan yang semakin dalam, di antaranya kenaikan harga-harga, menurunnya daya beli, meningkatnya kerawanan pangan, dan bayang-bayang resesi global yang semakin besar, pandemik global yang sulit dikalahkan, dan munculnya kedaruratan kesehatan lain dalam wabah cacar monyet, serta gelombang panas, badai, banjir, dan bencana alam mematikan lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan laporkan peningkatan kasus bunuh diri di lingkungan pendidikan dalam 5 tahun terakhir
Indonesia
•
18 Apr 2024

Jumlah korban jiwa akibat gempa di China barat laut bertambah jadi 111
Indonesia
•
19 Dec 2023

COVID-19 – Xinjiang perkuat layanan medis untuk pasien di pedesaan
Indonesia
•
27 Jan 2023

Opini – Taiwan wujudkan visi WHO berantas Hepatitis C yang ancam kesehatan masyarakat
Indonesia
•
02 Apr 2026


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
