Jubir: PBB lanjutkan upaya untuk perbarui kesepakatan biji-bijian Ukraina

Sebuah kapal dari rombongan kedua kapal pengangkut biji-bijian dari Ukraina melewati Selat Bosphorus di Istanbul, Turki, pada 7 Agustus 2022. (Xinhua/Shadati)
Kesepakatan biji-bijian Ukraina yang memungkinkan ekspor biji-bijian dan produk pertanian Ukraina lainnya berlaku selama 120 hari dan akan berakhir pada 19 November.
PBB (Xinhua) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melanjutkan konsultasi dalam upaya untuk memperbarui Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative), termasuk di dalamnya kesepakatan biji-bijian Ukraina, kata seorang juru bicara PBB pada Rabu (9/11)."Kami terus mendesak para pihak untuk terus menunjukkan niat baik dan penuh dalam implementasi inisiatif tersebut dan untuk memfasilitasi pergerakan kapal yang tepat waktu, aman, dan tanpa hambatan," ujar Stephanie Tremblay, associate spokesperson untuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. "Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, ini adalah jalur pasokan yang krusial, dan jalur ini harus terus mengirimkan lebih banyak produk pangan yang sangat dibutuhkan ke seluruh dunia."Ketua Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan Rebeca Grynspan dan Undersecretary-General untuk Urusan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths akan bertemu dengan delegasi tingkat tinggi dari Rusia pada Jumat (11/11) di Jenewa, Swiss katanya. "Jadi, ini adalah perkembangan baru dalam negosiasi."Durasi awal Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam, yang memungkinkan ekspor biji-bijian dan produk pertanian Ukraina lainnya dari pelabuhan Laut Hitam, adalah 120 hari dan akan berakhir pada 19 November. Para pihak telah sepakat bahwa perjanjian itu dapat diperpanjang secara otomatis dengan syarat tidak ada pihak yang keberatan.Rusia pada 29 Oktober mengumumkan penangguhan partisipasinya dalam kesepakatan yang dimediasi oleh PBB dan Turki itu menyusul serangan terhadap Armada Laut Hitam Rusia. Moskow setuju untuk melanjutkan partisipasinya beberapa hari kemudian menyusul interaksi diplomatik yang intens.Bersama Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam, terdapat kesepakatan paralel tentang fasilitasi ekspor produk pangan dan pupuk Rusia. Moskow telah berulang kali menyampaikan keluhan tentang minimnya kemajuan terkait ekspor Rusia.Saat ditanya apakah PBB telah menerima informasi dari Rusia mengenai niatnya untuk memperbarui Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam, Tremblay mengatakan negosiasi sedang berlangsung."Akan ada pertemuan semacam ini (di Jenewa) dalam dua hari ke depan. Jadi, jangan berprasangka soal apa yang akan terjadi pada pertemuan ini," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Menpar: Koperasi Desa Merah Putih perkuat pengelolaan pariwisata
Indonesia
•
23 Jul 2025

Sekjen PBB tekankan peran pemuda dalam dorong aksi iklim dan bentuk masa depan perkotaan
Indonesia
•
02 Nov 2024

OPEC prediksi permintaan minyak global meningkat 16,5 persen pada 2045
Indonesia
•
11 Oct 2023

PBB luncurkan dekade transportasi berkelanjutan
Indonesia
•
11 Dec 2025
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
