
Oxfam: Kekayaan miliarder AS naik sepertiga kali lipat dibandingkan awal pandemik

Bunga sakura dengan latar belakang cakrawala kota terlihat di New York, Amerika Serikat, pada 12 April 2023. (Xinhua/Li Rui)
Jumlah kekayaan miliarder AS naik sepertiga kali lipat dibandingkan awal pandemik, saat negara ini memiliki kelompok masyarakat "kelas bawah permanen" dari keluarga pekerja yang ditolak hak ekonominya, terjebak dalam kemiskinan, dan tidak mampu mengumpulkan kekayaan tak peduli seberapa keras mereka bekerja.
New York City, AS (Xinhua) – Seiring mendekatnya tenggat waktu bagi warga Amerika Serikat (AS) untuk mengajukan pengembalian pajak penghasilan federal, badan amal Oxfam America memperbarui seruannya untuk mengenakan pajak kepada individu dengan kekayaan fantastis sambil menerbitkan sebuah analisis yang menunjukkan bahwa semakin banyak miliarder AS yang mengalami kenaikan kekayaan hampir sepertiga kali lipat sejak awal pandemik COVID-19 dan hampir 90 persen dalam waktu satu dekade terakhir."Kesenjangan kekayaan di AS lebih ekstrem dan berbahaya daripada kesenjangan pendapatan, dan kita perlu mengubah pendekatan kita, agar kita dapat secara efektif mengenakan pajak atas kekayaan dan juga pendapatan," tulis Common Dreams mengutip Oxfam America dalam pengantar laporan badan amal tersebut, yang diberi tajuk "Pajak Kekayaan, Atasi Kesenjangan" (Tax Wealth, Tackle Inequality), yang dirilis pekan lalu.Berdasarkan data Forbes, laporan itu menemukan bahwa "miliarder AS hampir sepertiga kali lipat lebih kaya (secara riil lebih dari satu triliun dolar AS) dibandingkan saat awal pandemi pada 2020," sedangkan jumlah kekayaan miliarder AS secara keseluruhan melonjak 86 persen sejak 2013.Jumlah miliarder AS, yang saat ini mencapai 700 lebih, juga hampir 60 persen lebih tinggi dibandingkan 10 tahun yang lalu, menurut analisis itu.Pada saat yang sama, AS memiliki kelompok masyarakat "kelas bawah permanen" dari keluarga pekerja yang ditolak hak ekonominya, terjebak dalam kemiskinan, dan tidak mampu mengumpulkan kekayaan tak peduli seberapa keras mereka bekerja. Data Oxfam menunjukkan hampir sepertiga tenaga kerja AS berpenghasilan kurang dari 15 dolar AS per jam, dengan setengah dari semua tenaga kerja wanita kulit berwarna berpenghasilan kurang dari 15,14 dolar AS per jam, kata laporan tersebut."Kesenjangan kekayaan yang bersifat rasial benar-benar berkembang semakin luas sejak 1980-an, dan saat ini sudah mendekati situasi pada 1950. Rata-rata rumah tangga warga kulit hitam AS saat ini hanya memiliki kekayaan sekitar 12 sen untuk setiap dolar dari rata-rata kekayaan rumah tangga warga kulit putih di negara itu," imbuh laporan tersebut.*1 dolar AS = 14.773 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB terus kirimkan bantuan kemanusiaan ke Lebanon
Indonesia
•
07 Nov 2024

Feature – Warga Palestina hidup dalam ketakutan saat Israel kembali gempur Gaza
Indonesia
•
02 Dec 2023

Badan-badan PBB desak pelanjutan gencatan senjata di Gaza
Indonesia
•
08 Apr 2025

FAO: Sistem pangan berbasis pertanian pekerjakan 1,23 miliar orang secara global
Indonesia
•
06 Apr 2023


Berita Terbaru

Media massa dunia serukan pemanfaatan AI untuk perkuat akurasi dan kredibilitas pemberitaan
Indonesia
•
06 Nov 2026

Feature – Ada 323 juta lansia di China, kursus AI dan teknologi ‘drone’ jadi tren baru masa pensiun
Indonesia
•
05 Nov 2026

Feature – Delegasi pemuda Indonesia rasakan warisan budaya takbenda di Shanxi, China
Indonesia
•
05 Nov 2026

Belajar bahasa Mandarin membuka pintu studi dan karier bagi generasi muda Indonesia
Indonesia
•
04 Nov 2026
